RAGAM

Minim Polhut, 15.960 Ha Hutan Lindung di Malaka Tidak Dapat Dijaga Secara Optimal

BETUN, Kilastimor.com-Kronologi perambahan hutan di Hutan Lindung Io Kufeu dan Kecamatan Laenmanen, Malaka sudah dilaporkan kepada Bupati.
Dinas teknis sudah melaporkan kepada pimpinan dan silahkan wartawan konfirmasi disana.
Hal itu disampaikan Kasi Perlindungan Hutan dan Bina Produksi Kehutanan, Dinas Pertanian, Kehutanan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Malaka, Simon Baun kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (16/3).

Polisi Hutan

Polisi Hutan

Menurutnya, Pengamanan hutan di wilayah Kabupaten Malaka kurang efektif karena kekurangan tenaga Polisi Hutan (Polhut). “Kita punya 15.960 hektar hutan lindung sementara tenaga polhut di Malaka hanya tiga orang. Secara teknis kita tidak bisa melakukan perlindungan hutan secara optimal. Rasionya lima hektar hutan lindung harus dijaga atau dilindungi satu polhut,” katanya.

Solusinya, pemerintah harus menambah polhut dengan cara ada PNS yang diutus pemerintah untuk mengikuti diklat Polhut dimana biayanya mencapai 30 juta per orang. Pihaknya juga tidak memiliki Peralatan seperti senjata api sehingga kedepan perlu dipikirkan pengadaannya. Itu penting karena dalam kasus pembabatan dan pencurian kayu di Io Kufeu dan Laenmanen, para perambah hutan dijaga dan dilindungi masyarakat yang bersenjata api. “Kita sarankan untuk membantu pengamanan hutan perlu dibentuk Pam Swakarsa yang dibentuk ditiap kawasan yang bentuk tua adat dan dikukuhkan pemerintah. Selain itu perlu dilakukan patroli terpadu yang melibatkan tim terpadu dari TNI, Polisi, Pemerintah dan elemen masyarakat,” tandasnya. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top