RAGAM

Pawai Paskah GMIT, Jemaat Imanuel Oesao Angkat Isu Perdamaian dan Trafficking

KUPANG, Kilastimor.com-Perdamaian dalam keluarga menjadi isu utama dalam peran yang ditampilkan oleh Jemaat Imanuel Oesao dalam Pawai Paskah yang digelar secara resmi oleh Badan Pemuda (BP) Sinode GMIT, Senin (28/3/2016).

“Pawai Paskah 2016 yang digelar kali ini dalam bentuk kegembiraan umat manusia, karena Yesus Kristus menang atas maut. Kami dari Jemaat Imanuel Oesao kembali mendapat peran 12 anak Yakub. Peran ini kami lebih mengangkat soal isu perdamaian dalam keluaraga dan trafficking,” kata Koordinator Pawai Paskah Jemaat Imanuel Oesao, Gebriel Manoe kepada wartawan di lokasi kegiatan pawai Paskah.

Jemaat Imanuel Oesao saat akan mengikuti Pawai Paskah GMIT.

Jemaat Imanuel Oesao saat akan mengikuti Pawai Paskah GMIT.

Menurutnya, selain isu perdamain dalam keluarga dalam peran 12 anak Yakub, Jemaat Imanuel Oesao juga mengangkat isu soal masalah trafficking yang terjadi di Kabupaten Kupang. Dalam kisah 12 anak Yakub juga ada terjadi penjualan yakni anak Yakub bernama Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya dengan harga 20 syikal perak kepada orang Midian dan dibawa kepada Pontifar di Mesir.

Sementara itu, Majelis Gereja GMIT Imanuel Oesao, Pdt. Velidia Tanau-Lioe mengatakan, peran yang ditampilkan dalam pawai Paskah oleh Jemaat Imanuel Oesao, kali ini merupakan kilas balik pada masa lalu yang tertulis dalam Alkitab, agar hal tidak boleh dilakukan lagi.

“Peran ini sebagai suatu pesan, agar manusia (Keluarga) agar tidak boleh ada rasa kebencian dan kecemburuan diantara sesama. Manusia harus mengasihi satu dengan yang lain,” katanya.
Ia menjelaskan, dalam eraglobalisasi saat ini, banyak sekali keluarga yang tidak memikirkan adanya kasih sayang diantara mereka. Malah yang terjadi sering pembunuhan satu dengan yang lain, hanya karena kecemburuan yang membutakan hati mereka.

Baca Juga :   Painless Programs For essay writing service reviews reviewingwriting - Insights

Melalui peran ini ujarnya, Jemaat Imanuel Oesao berusaha mengugah hati setiap keluarga, untuk tidak mengedepankan rasa cemburu, iri hati dan pikiran negatif diantara sesama. Setiap keluarga tambahnya, perlu membangun dialog bersama, dengan pikiran sehat dan kepala dingin, guna mencari solusi atas setiap masalah. Melalui kebangkitan Yesus Kristus, urainya, perlu dihayati umat manusia, untuk menjauhkan diri dari dosa. (lan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top