RAGAM

PBHBM Belu Hasilkan Empat Rekomendasi Terkait TKI

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pusat Bantuan Hukum Buruh Migran (PBHBM) menggelar pertemuan multi pihak dengan stoucholder di Hotel Nusantara II, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL, Sabtu (11/03/2016).

PBHBI

PBHBM sedang berdiskusi dengan berbagai stakeholders.

Pertemuan yang membahas soal buruh migran di wilayah Belu itu, menghasilkan empat rekomendasi yang disepakati yakni, laporan kasus ke kepolisian, Perda Kabupaten Belu No. 3 tahun 2013 harus direvisi, kerjasama para pihak dalam hal penanganan isu kasus TKI dan review laporan terkait TKI.

Koordinator wilayah PBHBM NTT, Joni Bria menjelaskan, rekomendasi pertama terkait dengan kasus pidana pemalsuan identitas itu harus dilaporkan ke pihak Polisi. Namun apabila kasusnya masih mediasi, perlu diskusi dan laporkan ke KPTKI yang berkaitan dengan laporan kasus.

“Kedua soal Perda No 3 tahun 2013 yang perlu dilakukan sosialisaikan karena banyak masyarakat yang belum tahu,” ujar dia.

Selain itu lanjut Bria, kerjasama para pihak soal kasus yang makin rumit harus dibawa ke KPTKI, nantinya KPTKI akan memediasi dan perda yang dikeluarkan belum mengkaomodir dibawah karena itu harus dilihat kembali kira-kira perdanya efektik atau tidak.
“Nanti setelah ini, hasil rekomendasi kedepannya kita akan pertemuan evaluasi, kira-kira tindaklanjut laporan kasusnya sejauh mana,” ujar dia.

Ditegaskan, pihaknya juga akan mengawal penanganan kasus-kasus dan memberikan laporan. Kedepan kegiatan akan dilakukan pendataan kasus selanjutnya data akan diberikan ke pihak Dinsosnakertrans serta KPTKI.

“Kita harap ada pertemuan kedepannya untuk diskusi lanjutan sejauh mana penganagan kasus TKI. Kegiatan ini dapat dukungan dari Tifa dan tidak terpelas dari kerjasama dengan Dinsosnakertrans dan KPTKI,” terang dia. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top