HUKUM & KRIMINAL

Pemkab Malaka Harus Terapkan Hukum Ukun Badu Demi Lindungi Hutan Lindung

BETUN, Kilastimor.com-Pemerintah Daerah Kabupaten Malaka harus segera menyelesaikan persoalan perambahan hutan di Malaka. Perambah Hutan harus diusut, dan sistem pengawasam dan perlindungan hutan harus ditata dan hutan yang rusak supaya diremajakan kembali.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Malaka, Ronaldo Asury menyampaikan hal itu kepada wartawan di Nurobo, Senin (28/3).

Ronaldo Asury

Ronaldo Asury

“Terkait perambahan hutan kita minta supaya para pelaku diusut tuntas mulai dari para pelaku perambahan, oknum aparat yang memback up dan terlibat, penadah dan juga otak pencurian kayu perlu diusut. Poilisi jangan hanya tinggal diam tetapi harus mengusut semua yang terlibat,” tegasnya.

Polisi imbuhnya, harus berani membongkar jaringan dan sindikat pencurian dan perambahan hutan di Malaka. Ini tantangan bagi Kapolres Belu untuk mengusutnya sampai tuntas. “Kita juga mendukung dan mendorong pemerintah untuk menata kembali sistim perlindumgan hutan dan pengawasan di lapangan. Salah satu alternatif yang bisa digunakan pemerintah yakni dengan membangun kembali budaya ukun badu dengan memberdayakkan kembali makleat atau kapitan,” terangnya.

Perambahan hutan di Laenmanen dan Io Kufeu ungkapnya, termasuk sindikat pencurian kayu sehingga tugas polisi harus mengusutnya sampai tuntas. Aparat negara yang terlibat dalam pengamanan wilayah supaya diperiksa karena dikategorikan melakukan tindakan pembiaran sehingga bisa terjadinya kerusakan hutan. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top