RAGAM

Persani NTT Gandeng Telkomsel Gelar Sosialisasi Disabilitas di Oelnasi

KUPANG, Kilastimor.com-Perkumpulan Tuna Daksa Kristiani (Persani NTT) melakukan sosialisi tentang konsep disabilitas kepada 11 desa di kabupaten Kupang. Kamis (17/3) lalu, untuk pertama kalinya sosialisasi ini digelar, yakni di Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah.
Dalam kegiatan ini Persani NTT melibatkan Telkomsel.

Persani dan Telkomsel Sosialisasi Disabilitas di Oelnasi, Kabupaten Kupang.

Persani dan Telkomsel Sosialisasi Disabilitas di Oelnasi, Kabupaten Kupang.

Serafina Bete, Direktur Persani NTT dan selaku penanggungjawab kegiatan ini kepada kilastimor.com, mengungkapkan, kegiatan ini sengaja melibatkan Telkomsel, karena akhir tahun 2015, Persani telah membangun kerja sama dengan Telkomsel menggelar kegiatan launcing website desa melalui festival desa.

Selain itu kerjasama ini sebagai bagian dari menyatukan persepsi untuk membuka pemahaman masyarakat desa tentang disabilitas. Karena menurut Serafina, sosialisasi di desa saja tidak cukup, tetapi melalui informasi komunikasi, dalam setiap program telkomsel, dapat menyebarluaskan informasi tentang disabilitas. Sehingga masyarakat semakin paham tentang disabilitas.

Serafina menambahkan, Telkomsel sendiri sebagai satu-satunya jaringan telekomunikasi yang lebih banyak diakses oleh masyarakat di pedesaan. Untuk itu, diharapkan melalui kerja sama ini, masyarakat bukan saja mengakses pelayanan informasi dari Telkomsel, tetapi juga dapat paham tentang konsep disabilitas melalui informasi yang disiapkan oleh Telkomsel.

Daniel Henuk Penjabat Kepala Desa Oelnasi, dalam sambutanya, menyambut baik dan memberikan apresiasi yang baik bagi Persani NTT dan Telkomsel, atas terselenggaranya kegiatan ini. Karena melalui kegitan ini, semakin membuka wawasan bagi masyarakat desa tentang disabilitas.
Dia menambahkan, memang benar, Persani NTT sendiri sudah kurang lebih dua tahun, melaksanakan beberapa program di desa ini, tetapi masyarakat sendiri masih kurang paham tentang disabilitas. Tetapi dengan adanya kerjasama dengan telkomsel, dirinya optimis, masyarakat semakin paham tentang disabilitas.

Baca Juga :   Pengelolaan Pemerintahan dan Pendidikan Perlu Diperhatikan

Sementara itu, Hendro Djatmiko penanggungjawab Telkomsel wilayah kota kupang, ketika ditemui kilastimor.com, disela-sela kegiatan ini, mengaku sangat senang dengan kegiatan ini. karena selain sebagai bagian dari pelayanan sosial, dirinya yang juga sebagai narasumber dapat menyampaikan kepada masyarakat tentang pentingnya informasi dan bagaimana mengaksesnya.

Dirinya mengaku, kesempatan seperti ini sangat bagus, karena kegitan yang ada, Telkomsel bisa masuk untuk memperbaiki informasi kepada masyarakat. Selain itu menurut Hendro, kesempatan ini sekaligus mengecek dari dekat kondisi lapangan bagaimana pelayanan Telkomsel selama ini.

Pada kesempatan yang sama, Dina Noach salah satu nara sumber dari Persani NTT, pertama menyampaikan materi tentang konsep Disabilitas. Secara garis besar, Dina menjelaskan tentang definisi disabilitas dan bagaimana masyarakat merubah penyebutan kata cacat menjadi disabilitas. Dina mengatakan bahwa jika masyarakat menyebut penyandang disabilitas sebagai orang cacat, maka sama artinya masyarakat menyamakan manusia dengan benda atau barang yang rusak. Karena kata cacat hanya pantas untuk barang atau benda, sedangkan manusia sendiri, cocoknya disebut dengan disabilitas atau ketidak mampuan, seperti biasanya. (qrs)

Loading...
Loading...
To Top