RAGAM

Siswa SMPK Giovani Berhasil Membuat Website

KUPANG, Kilastimor.com-Upaya meningkatkan penguasaan teknologi informasi bagi pelajar di daerah, agar mampu bersaing di era modern, SMPK Giovani Kupang kembali membimbing para siswa dengan membuat website.
“Melalui bidang studi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), kami coba mendorong para siswa bagimana untuk mampu bisa menguasai teknologi. Pasalnya, dalam ujian nanti bersifat online, sehingga siswa dituntut bagaimana mengetahui sistim online. Kami mencoba dalam pengembangan teknologi mereka bisa lebih kreatif,” kata Kepala Sekolah SMPK Giovnai Kupang, Bruno Atawuwur yang didampingi guru bidang studik TIK, Miguel Fernandes bersama beberapa siswa kelas sembilan di ruang kerja, Senin (14/3).

Kasek SMPK Giovanni pose bersama siswa yang mampu membuat website.

Kasek SMPK Giovani pose bersama siswa yang mampu membuat website.

Bruno menjelaskan, siswa bidang studi TIK ini, sebelum telah berhasil menciptakan sebuah software yang diberi nama apilkasi penjelajah internet (API) dan juga desian grafik. Kali ini, mereka berhasil nmembuat website.

Website yang diciptkan ini, kata Bruno, masih dalam bentuk skala kecil yakni berupa blogspot yang dilakukan secara kelompok oleh siswa kelas sembilan. ”Website yang mereka ciptakan ini bukan blogspot sekolah, tetapi blogspot usaha keluarag dari para siswa. Kami dari sekolah melakukan hal ini untuk mengembangkan kreativitas siswa dalam bidang teknologi informasi. Ke depan, dunia kerja akan membutuhkan kreatif yang mampu bersaing dalam berbagai bidang,” jelasnya.

Menurut Bruno, sekolah patut memberikan apresiasi kepada siswa didikan, karena secara nyata telah telah ikut memajukan dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan teknologi informasi.

“Teknologi berbasis komputer merupakan salah satu media yang cukup efektif dalam mengelola berbagai informasi dari, dan penggunaannya juga mulai meningkat. Karena suatu saat melalui perkembang teknologi orang tidak lagi perlu membawa buku, tetapi dengan komputer dan jaringan internet bisa mempelajari ilmu,” katanya

Sementara Nada Yana Tapatab yang telah membuat website berupa Lembaga Pemberdayaan Masyrakat (LPM) Kupang yang bergerak pada bidang usaha budidaya ikan mengatakan, proses pembuatan desain website dibutuhkan waktu tiga hari.

“Website yang dibuat ini, memuat semua hasil budidaya ikan yang saat ini dgeluti oleh ayahnya. Intinya website yang dibuat ini mempromosikan hasil usaha,” ujarnya.

Sedangkan Adtya Tanuwijaya dan Steanley F. Djun membuat website soal usaha meubeler kayu jepara yang dijalakan keluarga mereka. Serta Julian Q.B. Lasut membuat blogspot soal usaha home stay yakni berkaitan dengan usaha kos-kosan yang saat digeluti oleh ayahnya. Julia salah satu siswi lainnya mengatakan, pihaknya bersyukur berhasil membuat website. “Kami akan terus belajar sebagai bekal ilmu pengetahuan,” pungkasnya. (lan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top