RAGAM

SSB Bintang Timur Bertaraf Internasional di Garis Batas RI-RDTL

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pembangunan gedung Sekolah Sepak Bola Bintang Timur (SSB BT) resmi dilakukan di wilayah Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan antara RI-RDTL.
Pembangunan sekolah sepak bola bertaraf internasional itu terletak di Dusun Wesasuit, Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Belu, J.T Ose Luan bersama Ketua Komisi V DPR RI Farry J. Francis, selaku owner SSB BT) Senin (21/03/2016).

Wabup Belu letakan batu pertama pembangunan gedung SSB Bintang Timur.

Wabup Belu letakan batu pertama pembangunan gedung SSB Bintang Timur.

Wakil Bupati Ose Luan dalam sambutannya mengatakan, apabila pembangunan SSB BT ini sudah jadi, maka wilayah Belu akan terkenal dan bisa jadi lapangan untuk orang-orang bermain disini.
“Pemkab akan memberikan perhatian dan dukungan terhadap pembangunan SSB ini. Pasti suatu saat, tetangga lain dari Kabupaten Malaka, TTU bahkan Negara Timor Leste akan kirim anaknya untuk sekolah disini,” ujar dia.

Dikemukakan, pembangunan gedung ini merupakan karya besar yang ditorehkan Farry Francis untuk warga Kabupaten Belu. Ini juga merupakan satu awal yang baik bagi generasi-generasi pecinta sepak bola di wilayah Belu. “Mari kita sama-sama kita bahu membahu-bantu pembangunan sekolah ini agar berjalan lancar,” harap Ose.

Ketua Komisi V, DPR RI, Farry Francis mengatakan, pembangunan SSB BT merupakan bentuk kepedulian membangun dunia sepak bola dari perbatasan untuk Indonesia. Di Indonesia baru ada satu-satunya sekolah sepak bola yang lengkap seperti di Belu. “Ada asrama, aula, rumah pelatih dan direncanakan untuk semacam objek wisata khusus untuk peserta-peserta,” ucap dia.

Dituturkan, pembangunan sekolah ini dapat dilakukan karena adanya semangat dari masyarakat Kabupaten Belu. Antusiasme masyarakat sangat besar, sehingga pihaknya juga semangat untuk membangun sekolah ini. “Dengan adanya pembangunan sekolah ini bisa memberikan manfaat besar bagi kita di wilayah perbatasa Belu,” harap Farry.

“Menurut para pengamat maupun pelatih, NTT punya bibit yang baik dalam hal bola kaki dan punya khans untuk jadi bintang. Kita harap ini jadi lapangan yang bertaraf internasional. Melalui sepak bola Belu bisa dikenal kalangan umum. Sekolah ini dibangun diatas lahan sekira 5 hektare, selain itu bangunan ini bisa kita harapkan jadi tempat-tempat diskusi, seminar juga workshop dengan kapasitas 300 orang,” kata dia.

Ditambahkan, pembangunan sekolah itu juga memiliki mess untuk penampungan anak sekolah. Selain itu kita juga sementara memikirkan untuk dibuka sebuah universitas atau SMK di lokasi sekolah yang menjadi kebutuhan masyarakat Belu.

“Mohon dukungan dari Pemkab dan seluruh masyarakat. Kita baru mulai pembangunan dan kita berharap bisa selesai tepat waktu dan kita bisa buat suatu hal yang kecil menjadi hal yang besar,” ujar Farry.

Ketua SSB Bintang Timur, Jhon Leki menyampaikan ucapan terimakasih ada ide-ide baru yang cemerlang dari Pak Farry sehingga bisa terlaksananya pembukaan sekolah sepak bola di wilayah Belu di atas lahan kurang lebih 5 hektare. Kegiatan fisik baru tiga minggu dilakukan mulai dari pembukaan jalan sekitar 300 kilo meter.

“Saat ini jumlah siswa sekolah seak bola ada 287 oran. Kita dilatih oleh pelatih lokal ada 4 orang dan satu orang pelatih dari pusat, dan pak Farry bisa datangkan lagi pelatih yang handal. Lewat sekolah ini siswa-siswa kita lebih semangat dan lahir prestasi sepak bola terbaik mulai dari NTT,” pinta Jhon.

Turut hadir dalam acara Pembangunan Gedung Sekolah Sepak Bola di wilayah Belu Perbatasan RI-RDTL antara lain, Wakil Ketua DPRD NTT, Gabriel Beri Bina, Wakapolre Belu, Kompol Jack Seubelan, DPRD Kabupaten Belu, Pengurus SSB BT, Tokoh Agama serta undangan lainnya. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top