RAGAM

Targetkan Kota Layak Anak Madya, Pemkot Sosialisasikan SRA kepada Guru

KUPANG, Kilastimor.com-Dalam rangka untuk mencapai Kota Kupang sebagai Kota Layak Anak (KLA) jenjang madya, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melalui Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Setda Kota Kupang mengelar sosialisasi sekolah ramah anak.

Sosialisasi SRA

Sosialisasi SRA

Sosialisasi yang dilakukan oleh Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Anak itu, dilakukan di aula PDAM Kota Kupang ,Kamis (17/3), dengan menghadirkan para narasumber, Beatriks N.Bunga, Katua LPA Kota Kupang, Zainal Asikin dan Kepala Seksi Kurikulum SD Dinas Pendiidkan Kota Kupang, Yohan Fora .
Sementara peserta yang hadir dalam sosialisasi ini adalah para kepala sekolah dan guru BP tingkat SD dan SMP yang ada di 12 sekolah.

Pada kesempatan tersebut Kepala Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Setda Kota Kupang. drg. Francisca Yohana mengatakan, program Sekolah Ramah Anak (SRA) adalah salah satu tujuan untuk mencapai kota layak anak.
“Kota layak anak untuk Kota Kupang saat ini baru mencapai tingkatan pratama. Karena itu perlu dibuat berbagai program lain yang berkaitan dengan kenyamanan bagi anak, salah satunya melalui program sekolah rama anak,” kata Yohana.

Menurut Yohana, sejak tahun 2007 lalu, Kota Kupang telah mengembangkan program yang menunjang Kota Kupang menuju kota layak anak. Pada 2012 dan 2013, Kota Kupang mendapat penghargaan tingkat pratama dalam mengembangkan Kota Kupang menuju kota layak anak. Sekarang ditargetkan meningkat menjadi Kota layak anak tingkat madya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kurikulum SD Dinas Pendidikan Kota Kupang, Yohan Fora saat menyampaikan materi soal upaya Dinas Pendidikan Kota Kupang dalam mencegah kekerasan anak di sekolah. Dinas Pendidikan telah membentuk sekolah ramah anak untuk mencegah dan penanggulangan tindak kekerasan di lingkunagn satuan pendidikan.

Katua LPA Kota Kupang, Zainal Asikin mengatakan, dalam mendidik anak, disiplin tentunya hal yang penting anak. Karena manfaat dari displin bisa membuat hubungan antara guru dan murid baik, terutama mengurangi tingkat frustrasi guru dan anak.

Sedangkan Doses Undana Kupang, Betriks N. Bunga mengatakan, perkembangan anak juga menjadi salah satu faktor pendukung sekolah ramah anak. Perkembangan anak ini terdiri dari fisik, kemampuan sosial dan emosi, dan kemampuan berpikir. (lan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top