NASIONAL

25 Ribu Anak Indonesia Akses Fitur Porno. Riwu Kore: Ini Darurat Pornografi yang Perlu Ditangani Secara Bijak

DENPASAR, Kilastimor.com-Jefri Riwu Kore, Calon Walikota Kupang Periode 2017-2022 yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat menyebut Indonesia dapat dikatakan sedang darurat pornografi khususnya dikalangan usia anak-anak.

Jefri Riwu Kore

Jefri Riwu Kore

Jefri karib disapa Jeriko menjelaskan jika anggapannya ini berdasarkan fakta yang didapat dari kepolisian bahwa sekitar 25 ribu anak-anak di Indonesia sering mengakses dan menonton fitur-fitur berbau pornografi.

Politisi Demokrat ini yang dihubungi Senin tadi (25/4) menjelaskan bahwa tanggung jawab terhadap perilaku anak selain didapat dari lingkungan keluarga, pemerintah juga wajib bertanggungjawab. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah melalui pendidikan moral maupun keagamaan. “ini perlu sinergitas seluruh pihak baik keluarga, masyarakat dan pemerintah,” ujarnya.

Menurutnya, dalam Undang-Undang Pornografi khususnya Pasal 17 juga mengatakan Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib melakukan pencegahan pembuatan, penyebarluasan dan penggunaan pornografi.
“Selain itu, upaya seperti pemblokiran dan sosialisasi internet sehat dan aman yang berkerjasama dengan beberapa lembaga maupun stakeholder yang peduli akan bahaya pornografi perlu digiatkan lagi, selain dari sektor edukasi”, tutup Mahasiswa Teladan Seluruh Indonesia Tahun 1986 ini.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise saat membuka diskusi musikal, stop kekerasan terhadap anak di Art Center, Denpasar, Bali, Minggu (24/4/2016), sebanyak 25 ribu anak di Indonesia menonton film porno pornografi.

Baca Juga :   Bangun Malaka, Bupati/Wabup Siap Rangkul Semua Kekuatan

Yohana menjelaskan saat ini teknologi sudah maju dan sudah ada perangkat yang bisa mendeteksi siapa saja yang mengakses konten berbau porno. “Jika setiap hari ada 25 ribu anak, bayangkan saja jadi berapa anak yang melihat film pornografi jika dalam 350 hari,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat Menteri Yohana prihatin dan khawatir masa depan anak-anak nantinya. “Indonesia sekarang ini bermasalah, bisa bayangkan masa depan Indonesia nanti bagaimana,” ujarnya.
Dia mengimbau kepada para orang tua untuk lebih memperhatikan perilaku anak-anaknya. “Jangan sampai nanti ketika dewasa akan menjadi predator,” ujarnya. (asl)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top