HUKUM & KRIMINAL

Bersenggolan, Rojerio Babak Belur Dianiaya Oknum Anggota Polres Belu. Kapolres: Pelaku Melarikan Diri

ATAMBUA, Kilastimor.com-Rojerio Martins (34) warga kompleks Asrama Kodim 1605/Belu, babak belur pada bagian wajahnya. Korban diduga telah dianiaya oleh oknum polisi bernama Hendrik, yang bertugas di Polres Belu, Minggu (17/04/2016) kemarin pagi.
Akibat ulah premanisme oknum berpangkat Bripka itu, pelipis mata kanan Rojerio mendapatkan 6 jahitan dan terpaksa harus menginap semalam di ruang perawatan RSUD Mgr Gabriel Manek, SVD, Atambua.

 Inilah Rojerio Martins, korban penganiayaan oknum polisi di Pasar Baru Atambua.

Inilah Rojerio Martins, korban penganiayaan oknum polisi di Pasar Baru Atambua.

Rojerio yang ditemui media usai keluar dari Rumah Sakit, Senin (18/04) mengisahkan, kejadian bermula saat dirinya bersama anaknya berusia 2 tahun, akan membeli ikan di Pasar Baru, Atambua, sekitar pukul 09.00 Wita pagi.
Setibanya di lokasi pasar ikan, dirinya memarkirkan sepeda motor bersama anaknya yang tetap di motor. Saat berjalan menuju ke tempat penjualan ikan, dirinya bersenggolan badan dengan pelaku dan sontak pelaku memukulinya di helm.

Seketika dirinya langsung meminta maaf karena telah menyenggol, namun tak lama berselang, pelaku melayangkan tinju pada pelipis mata kanan, hingga dirinya terjatuh dan mengalami luka robek hingga mengeluarkan banyak darah.
“Saya sudah minta maaf, tapi kenapa saya malah dipukul,” ujar korban.
Namun pelaku berujar “Kamu sengaja kan,” kata pelaku sambil pergi meninggalkan dirinya sendiri.

Wajahnya berlumuran darah dan kemudian dirinya membuka baju yang dikenakan untuk menutup luka sobek pada pelipis mata yang terus mengeluarkan darah.
Beruntung saat insiden tersebut ada seorang anggota Polres Belu bernama Vicki yang kebetulan sedang berada di lokasi kejadian,. langsung menolong dirinya dan dibawa ke Polres Belu untuk melapor kejadian pemukulan tersebut.

Baca Juga :   Malaka Harus Dipimpin Figur Cerdas dan Memiliki Akses Luas

Namun karena belum ada respon atas insiden itu, dirinya dilarikan ke UGD untuk mendapat perawatan medis, akibat darah yang terus keluar.
Dalam perawatan itu, sebutnya, luka sobek pada pelipis matanya, dijahit enam kali dan terpaksa harus menginap untuk mendapat perawatan intensif. “Kemarin selesai dijahit saya masih nginap semalam dan baru keluar tadi siang,” jelas Rojerio.

Sementara itu, istri korban, Ruth Foeh menuntut, agar kasus penganiayaan yang dilakukan oknum Polisi terhadap suaminya bisa diproses tuntas sesuai hukum yang berlaku, dimana pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kemarin sudah kita laporkan kejadiannya ke Polres Belu Disatreskrim dan Propam atas. Kami ini orang kecil, tapi kami memuntut agar pelaku diproses secara hukum,” pinta dia.

Terpisah Kapolres Belu AKBP Dewa Putu Gede Artha yang dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Pihaknya telah mendapatkan laporan adanya kasus dugaan penganiayaan, Bripka Hendrik terhadap warga.

“Kita komit akan proses anggota saya yang melakukan pelanggaran itu. Cuman orangnya masih belum diketemukan sampai sekarang karena masih kabur dari rumah dan sementara masih dicari anggota Reskrim dan Propam. Mudah-mudahan segera ditemukan,” ujar dia.

Menurut Artha, anggota itu sudah pernah melakukan hal yang sama, dimana pelaku pernah memukuli isteri anggota.
“Walapun dia sakit, intinya kita akan tetap lakukan proses hukum sesuai aturan yang berlaku,” tegas Artha. (yan)

Baca Juga :   Distan NTT Kembang Sembilan Varietas Pertanian Unggulan
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top