RAGAM

Dimediasi DPRD Belu, Wein Grup Cabang Belu Bersedia Kembalikan Uang Anggota

ATAMBUA, Kilastimor.com-Manajemen Wein Grup, Pengelola Koperasi Serba Usaha (KSU) yang berkantor di Lolowa, Kabupaten Belu akhirnya setuju mengembalikan uang milik anggota koperasi yang mengundurkan diri.
Kesimpulan persetujuan tersebut terlampir dalam rapat dengar pendapat antara DPRD Belu, Manajamen Wein Grup serta masyarakat (nasabah) di Kantor DPRD Belu, Senin (4/4/2016), yang ditandai dengan penandatanganan berita acara surat persetujuannya.

Pertemuan Wein dengan anggota yang dimediasi DPRD Belu.

Pertemuan Wein dengan anggota yang dimediasi DPRD Belu.

Adapun isi surat tersetujuan bersama itu antara lain, Manajemen Wein Grup sepakat mengembalikan uang dari anggota Wein Grup yang mengundurkan diri tanpa potongan apapun. Namun bagi anggota yang pernah menerima bonus dari Wein Grup maka akan dikenakan potongan sesuai besaran bonus itu.

“Sepakat untuk mengembalikan uang anggota yang mengundurkan diri paling lambat tiga hari terhitung mulai 5 April sampai 7 April 2016,” demikian isi surat itu.

Rapat berlangsung di ruang Komisi yang dipimpin Wakil Ketua Komisi I, Marthen Naibuti, Sekretaris Komisi II, Melkiyaris Lelo dan dihadiri anggota DPRD Belu antara lain, Theodorus F. Seran Tefa, Yeti Bone, Donatus Lau, Paulus Samara, Stefanus Mau.

Dari Wein Grup hadir Vincentius Asa Un, Sugiyanto, Alfons Doa, Egidius Manek Tae, serta puluhan masyarakat anggota koperasi yang merasa ditipu dan dipersulit saat mengajukan pengunduran diri.

Wakil Ketua Komisi I, Marthen Naibuti bersama anggota DPRD Belu lainnya menegaskan, dengan adanya persetujuan bersama ini, mereka tidak ingin mendengar lagi adanya keluhan dari warga masyarakat terkait pengunduran diri dari Koperasi tersebut.

“Ini adalah pengaduan yang terakhir kali dari warga. Ke depan apabila ada yang mengundurkan diri tolong dilayani,” ucap Marthen.

Sementara itu, Anggota DPRD Belu, Theodorus M Seran Tefa meminta agar warga Belu belajar dari kasus yang terjadi beberapa waktu lalu ini. Diharapkan agar warga jangan mudah percaya dengan propanganda pihak tertentu yang berkedok investasi, tapi pada akhirnya terjadi permasalahan. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top