RAGAM

Direktur PDAM Belu Undur Diri, Empat Bulan Karyawan Tidak Terima Gaji. Betten: Karyawan Mogok Kerja

ATAMBUA, Kilastimor.com-Seluruh aktivitas pelayanan di kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Belu tersendat, lantaran seluruh karyawan melakukan mogok kerja.
Pantauan media ini, Senin (25/04/2016) pagi pelayanan publik terkait pelayanan administrasi dan teknisi tidak berjalan atau tidak beroperasi. Hal tersebut dipicu pengunduran diri Direktur PDAM Belu, Lusianus Loko Rain pada 4 April 2016 lalu.

Loket PDAM Atambua tertutup karena karyawan mogok kerja.

Loket PDAM Atambua tertutup karena karyawan mogok kerja.

Kepala Bagian (Kabag) Administrasi dan Keuangan, PDAM Belu, John B. Betten ketika dikonfirmasi media kemarin menuturkan, kehadiran karyawan mulai menurun pasca pengunduran Direktur. Melihat kondisi itu dirinya langsung melakukan evaluasi kerja dan karyawan sepakat mengusulkan untuk mogok kerja.

Aku Jhon, saat ini kondisi keuangan perusahaan air minum daerah kurang stabil apalagi ditambah dengan direktur yang sudah mengajukan pengunduran diri sejak 4 April lalu. Kemudian pada 5 April pihaknya bersurat ke Pemerintah Daerah untuk memohon petunjuk, namun sampai sampai hari ke-20 tidak ada tanggapan dari Pemda.

Karyawan PDAM memilih pulang, karena tidak menerima haknya. Pemkab Belu diminta cepat mengatasinya.

Karyawan PDAM memilih pulang, karena tidak menerima haknya. Pemkab Belu diminta cepat mengatasinya.

“Karyawan mogok kerja karena sampai dengan saat ini belum ada kejelasan pimpinan yang baru. Sehingga mereka (karyawan-red) mogok kerja, biar ada perhatian terkait pimpinan yang baru,” ujar dia.

Lanjut John, gaji karyawan ada yang belum dibayar hingga empat bulan, bahkan ada yang dibayar secara cicil, karena mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan. “Ini aspirasi karyawan dan kita tidak bisa paksa mereka untuk bekerja,” ucap dia.

Baca Juga :   Polisi dan Kelurahan Tenukiik Razia Penghuni Kost

Ulu Sukarno seorang karyawan PDAM kepada media mengemukakan, tindakan mogok yang dilakukan para karyawan merupakan buntut tidak menerima gaji hampir tiga bulan sejak bulan Desember 2015 lalu.

“Bahkan ada gaji yang dikasih secara cicil. Karena itu kami pertanyakan siapa pelaksana tugas Direktur yang baru biar jelas bisa atur perusahaan,” ungkap dia.

Tambah koordinator karyawan PDAM, Epen Tae sebagai karyawan mereka sangat menyayangkan adanya kekosongan jabatan Direktur pasca pengunduran yang mana berdampak pada pelayanan dan hak-hak karyawan. “Kami menanti sampai ada kepastian dari Pemkab, kalau tidak ada kami akan mogok terus. Kami juga menuntut makan minum, tidak ada karyawan yang kerja tanpa gaji,” tukas dia. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top