RAGAM

DPRD Mojokerto Kaget, Dana Reses DPRD Kota Kupang Rp 25 Juta

KUPANG, Kilastimor.com-Komisi C, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke DPRD Kota Kupang. Kunker tersebut, untuk melihat berbagai perkembangan di luas Jawa Timur terutama Kota Kupang.

Pimpinan DPRD Kota Kupang dan Mojokerto tukaran cendramata.

Pimpinan DPRD Kota Kupang dan Mojokerto tukaran cendramata.

Sesi dialog di ruang rapat utama DPRD Kota Kupang antara DPRD Kabupaten Mojokerto dan DPRD Kota Kupang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe didampingi Wakil Ketua DPRD, Christian Baitanu serta Ketua Komisi I DPRD Kota Kupang, Zeyto Ratuarat dan Sekertaris Komisi I, Adrianus Talli.
Sementara dari DPRD Kabupaten Mojokerto yakni Wakil Ketua Komisi C Mojokerto, Sipon Diharjo, sedangkan dari Pemerintah Kota dihadiri Kabag Tatapem,Yanuard Dalli.

Wakil Ketua Komisi C, Mojokerto Sipon Diharjo mengatakan, kehadiran mereka di Kota Kupang selain untuk berdialog dengan pimpinan dan anggota DPRD Kota Kupag, juga untuk melihat dari dekat geliat pembangunan di luar Pulau Jawa.

Menurutnya, dalam dialog tersebut, Dewan Mojokerto agak tersentak dengan waktu pembahasan LKPj Kota Kupang yang haya dalam waktu seminggu. Padahal, di Mojokerto, pembahasan LKPj Bupati sampai sebulan.

Ia juga salut dengan Kota Kupang yang walau PAD-nya masih Rp 140-an miliar, namun dana resesnya sudah cukup besar yakni Rp 25 juta per orang dalam sekali reses. Sedangkan di Mojokerto walau dengan luas wilayah yang cukup luas dan PAD yang besar, dana resesnya masih Rp 14 juta dan dianggarkan tiga kali reses.

Baca Juga :   Dinsos Malaka Serahkan Bantuan dan Buka Dapur Umum Pasca Bencana Angin Puting Beliung

Ketua Komisi I DPRD Kota Kupang, Zeyto Ratuarat mengatakan, pembahasan terkait kesejahteraan anggota dewan diserahkan kepada Komisi I. Sehingga, dalam pembahasan di tingkat komisi, langsung dituntaskan seluruh pembicaraan terkait alokasi dana untuk mendukung kegiatan dewan. Sehingga, ketika masuk di forum paripurna tak lagi dipersoalkan.

Dikatakannya, alokasi dana reses untuk dewan Kota tahun 2016 ditetapkan sebesar Rp 25 juta sekali reses. Besarnya dana reses karena anggota dewan bertemu konstituen dengan sejumlah permintaan. Apalagi, dalam pertemuan tersebut, sepenuhnya didanai oleh anggota dewan.

Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe mengatakan, mekanisme persidangan dan agenda kegiatan dewan telah dibahas bersama saat bedah rumah tangga. Sehingga, ketika memasuki kegiatan persidangan, jadwal yang disusun oleh Badan Musyawarah sudah diatur dengan baik. “Saat perjalanan dinas diatur agar tidak bertabrakan dengan masa sidang. Jadi saat sidang, tidak ada lagi anggota Dewan yang lakukan perjalanan ke luar daerah,” tegasnya, Selasa (19/4) lalu.

Soal pembahasan LKPj yang hanya dalam seminggu, Yeskiel mengatakan, tarik ulur pembahasan hanya ada di fraksi dan komisi. Sedangkan di paripurna sudah tidak ada lagi tarik ulur. “Semua itu tergantung dari kita sendiri lambat atau cepat karena biasanya tarik ulur. Jadi selesaikan semua dan baru masuk duduk di paripurna,” tandasnya. (ify)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top