RAGAM

Empar Pilar Kebangsaan Tetap Relevan dalam Era Globalisasi

KEFAMENANU, Kilastimor.com-Empat Pilar Kebangsaan diantaranya, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika terus disosialisasikan kepada masyarakat oleh MPR RI. Hal ini bertujuan untuk menguatkan keyakinan masyarakat, akan ideologi negara yakni pancasila, sumber segala sumber hukum yakni UUD 1945, Negara Kesatuan sebagaimana prinsip dasar para peletak bangsa dan Bhineka Tunggal Ika, dimana seluruh rakyak Indonesia bersatu dan tidak terpecahkan, walau beragam suku, agama, ras dan antar golongan. Hal ini dikatakan anggota MPR RI, Abraham Paul Liyanto dalam sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada para guru di Kefamenanu, Kabupaten TTU, Provinsi NTT, 18 April lalu.

Anggota MPR RI mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Kefamenanu, TTU, NTT.

Anggota MPR RI mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Kefamenanu, TTU, NTT.

Dia menerangkan, Pancasila sebagai ideologi dan nilai-nilai kehidupan berbangsa Indonesia, harus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Karakter bangsa Indonesia yang tercermin dalam setiap butir isi Pancasila, harus tercermin dan terpatri dalam perilaku anak bangsa.

UUD 1945 sebagai pilar kedua kebangsaan paparnya, harus terus menjadi nilai dan sumber hukum dari semua pihak, baik pemerintah, DPR/DPRD maupun lembaga-lembaga negara terkait. UUD 1945 paparnya, hingga kini tetap relevan dengan kehidupan global, dan pantas UUD 1945 menjadi sumber segala sumber hukum. “Mari kita tetap junjung tinggi pancasila dan UUD 1945,” paparnya.

Anggota DPD RI itu menlanjutkan, pilar ketiga yakni NKRI. Negara Kesatuan Republik Indonesia, telah menjadi bentuk negara yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. NKRI bagi semua warga negara Indonesia adalah harga mati, tidak bisa dirubah oleh siapapun. Pasalnya, NKRI telah menunjukan kepada dunia kalau semua masyarakat Indonesia bersatu menjaga kedaulatan negara.

Baca Juga :   Kandidat Sekolah Model, SMP 1 Besikama Berbenah

Pilar kebangsaan terakhir yakni Bhineka Tunggal Ika. Berbeda-beda suku, agam, ras dan antara golongan telah menjadi sebuah kekuatan yang unik dan tidak dimiliki bangsa lain. Dalam keberagaman, masyarakat dapat hidup damai dan saling menerima. “Jelas ini menjadi kekuatan bangsa Indonesia. Kita harus pegang teguh NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Mari kita jadikan empat pilar kebangsaan itu, sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara dalam era globalisasi saat ini,” pungkasnya. (vid)

Loading...
Loading...
To Top