HUKUM & KRIMINAL

Hasil Lab, Miras Oplosan Ada Metanol. Wirgeus Uly Terancam 15 Tahun Penjara

ATAMBUA, Kilastimor.com-Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium forensik di Bali, diduga minuman keras (miras) oplosan yang menyebabkan tewasnya 5 orang warga Desa Lakanmau, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu mengandung bahan metanol.
Demikian hal tersebut diungkapkan Kapolres Belu AKBP Dewa Putu Gede Artha kepada awak media yang ditemui, Rabu (20/04/2016).

Kapolres Belu

Kapolres Belu

Menurut Artha, dari lima orang korban tewas akibat miras oplosan tersebut hanya empat korban yang dioutopsi untuk mengambil sampel organ tubuh guna dilakukan pemeriksaan di laboratorium. "Hasilnya dalam miras itu ada kandungan bahan sangat berbahaya yaitu spritus metanol dan bahan zat berbahaya lainnya," ujar dia

Jelas Artha, dari hasil pemeriksaan tersebut, korban tewas juga korban selamat telah mengkonsusmi zat metanol yang mana sangat membahayakan tubuh, yang menyerang otak juga paru-paru hingga berdarah.

“Dari hasil lab kita kembali gelar olah TKP yang ketiga dan akhirnya ditemukan beberapa barang bukti seperti bungkusan spirtus di sekitar tkp dalam jumlah yang banyak dengan bahan berbahaya lainnya,” ujar dia.

Terkait kasus tersebut telah ditetapkan empat orang tersangka yakni Wirgeus Uly sebagai pengolah atau produksi miras, Robianus, Selviana dan Maria sebagai pengecer miras yang membeli dari Wirgeus.

“Pelaku sudah ditahan dan kita sudah ambil keterangan. Pelaku pengoplos dan pengecer miras maut dijerat pasal 204 KUHP dan Undang-Undang Pangan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” urai Artha.

Baca Juga :   Tingkatkan Pemahaman Pengurus PKK, Pemkot Gelar LP3PKK

Ditambahkan, sebelumnya itu pelaku Wirgeus sudah pernah mendapat pembinaan terkait dengan dugaan mengoplos miras menggunakan bahan berbahaya dua tahun lalu, namun tidak bisa diproses hukum karena tidak ditemukan barang bukti yang mengandung bahan itu.

“Jadikan ini pelajaran. Pesan saya masyarakat harus berhati-hati saat membeli miras untuk dikonsumsi. Sebab banyak miras yang beredar tapi tidak tahu apakah itu mengandung bahan metanol atau tidak, karena itu sangat berbahaya,” pungkas Artha. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top