HUKUM & KRIMINAL

Istri Bupati TTS Tidak Hadir, Istri Wakil Bupati Penuhi Panggilan Kejari Soe Terkait Dana Konsumsi Rp 4 Miliar

SOE, Kilastimor.com-Istri wakil Bupati TTS, Ny. Margaretha Naitboho Nokas pada Kamis (28/4/2016) memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Negeri SoE, untuk memberikan keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana konsumsi tahun 2013-2014 senilai Rp 4 miliar.
Ny. Margaretha Naitboho Nokas tiba dikantor Kejaksaan Negeri SoE sekitar pukul 09.00 wita. Pemeriksaan terhadap istri Wakil Bupati Obet Naitboho ini dilakukan oleh penyidik Nelson Tahik, di ruang Kasie Intel Kejaksaan Negeri SoE.

Istri Wabup TTS, diperiksa penyidik Kejari Soe.

Istri Wabup TTS, Ny. Margaretha Naitboho Nokas diperiksa penyidik Kejari Soe.

Kejari SoE, Oscar Douglas Riwa,SH kepada Kilastimor.com Kamis (27/4/2016) dikantor Kejari SoE mengatakan, sesuai jadwal Kamis 27/4/2016 penyidik akan memeriksa istri Bupati TTS, Ny. Rambu Atanau Mella dan istri Wakil Bupati TTS Ny. Margaretha Naitboho Nokas.

Namun yang memenuhi panggilan penyidik hanya istri wakil Bupati TTS Ny. Margaretha Naitboho Nokas, sedangkan istri Bupati Paul Mella tidak dapat memenuhi panggilan karena ada sesuatu urusan.
“Sesuai jadwal hari ini (Kamis 28/4/2016-red) kita minta keterangan dari istri Bupati dan istri Wakil Bupati TTS, namun yang memenuhi panggilan hanya istri Wakil Bupati ibu Margaretha Naitboho Nokas, sedang istri Bupati TTS ibu Rambu Anatau Mella ada urusan sehingga tidak bisa datang,” jelas Oscar.

Istri Bupati Paul Mella itu lanjut Oscar berjanji akan hadir dan memberikan keterangan pada 3 Mei 2016 mendatang. “Istri Bupati, sesuai dengan surat yang kita terima akan datang memeberikan keterangan pada tanggal 3 Mei 2016 mendatang,” jelas Oscar.

Baca Juga :   Jaringan Telkomsel Bermasalah Sekitar 13 Jam, NTT Lumpuh Komunikasi

Mengenai substansi pemeriksaan keduanya kata Oscar, berkaitan dengan pengelolaan anggaran makan minum rumah tangga Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah selama dua tahun anggaran yaitu tahun 2013-2014. “Kita minta keterangan keduanya khusus anggaran makan minum rumah tangga Bupati dan Wakil Bupati,” jelas Oscar.

Kejari Oscar lebih lanjut menjelaskan bahwa pemeriksaan anggara makan minum tidak lagi fokus pada anggaran konsumsi pelantikan Bupati dan Wakil Bupati TTS tahun 2014 silam. Namun penyidik sudah melakukan pengembangan dengan melakukan penyidikan anggaran makan minum secara keseluruhan tahun anggaran 2013-2014 yang berjumlah Rp 4 miliar.

Adapun item anggaran yang menjadi diduga tindak pidana korupsi kata Kejari Oscar adalah anggaran makan minum pegawai, anggaran makan pimpinan daerah, anggaran makan minum rapat, anggaran makan minum tamu. Keseluruhan intem anggaran tersebut untuk 2 tahun anggaran berjumlah Rp 4 Miliar.
Informasi yang dihimpun Kilastimor.com di SoE, untuk biaya makan minum di rumah tangga Bupati dan Wakil Bupati berjumlah 20 juta perbulan dengan hitungan per harinya Rp 670.000. Jika dirata-ratakan biaya makan minum rumah tangga Bupati dalam setahun 240 juta/tahun. Jumlah yang sama juga berlaku bagi biaya makan minum rumah tangga Wakil Bupati TTS. (pap)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top