NASIONAL

Jeriko: Jangan Hambat Pencairan Tunjangan Profesi Guru

JAKARTA, Kilastimor.com-Anggota Komisi X DPR RI, Jefri Riwu Kore mengatakan jika ada oknum yang bermain untuk menghambat pencairan dana Tunjangan Profesi Guru (TPG) segera infokan ke dirinya, untuk dilaporkan ke Kemendikbud, jika terkait dengan administrasi. Selanjutnya dilaporkan ke pihak kepolisian dan kejaksaan, jika sudah menyangkut kriminal.
Hal ini dijelaskan Jefri kepada wartawan di ruang kerjanya Nusantara I Gedung DPR RI, Senin, 25 April 2016.

Jefri Riwu Kore

Jefri Riwu Kore

“Sesuai info yang diterimanya dari Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Sumarna Surapranata, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengeluarkan anggaran untuk tunjangan profesi guru (TPG) sejak Maret 2016. Dana tersebut telah ditransfer langsung ke rekening masing-masing para guru. Jadi seharusnya sudah tidak ada masalah lagi,” jelas politisi Partai Demokrat ini.

Menurutnya, sistem transfer langsung untuk guru yang PNS pusat. Sedangkan bagi guru PNS daerah, dana telah dialokasikan ke pemerintahan daerah (Pemda). Namun Jefri masih mendapat informasi masih banyak Pemda yang belum memberikan TPG tersebut, padahal khusus guru PNS daerah secara otomatis dana TPG telah ditransfer ke daerah,” ungkap Calon Walikota Kupang periode 2017-2022 ini.

Sebelumnya, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Sumarna Surapranata saat Raker besama di DPR RI mengaku sudah sejak Maret lalu dana TPG ditransfer ke daerah. Oleh karena itu, Pranata mengimbau, jika ada kecurangan dan guru memiliki bukti akan apa yang dilakukan oleh dinas, segera laporkan saja kepada pihak yang berwajib agar bisa diproses,” tutup Pranata.

Baca Juga :   Santai, Bupati Malaka Selfie Bareng Wali Kota Kupang

Pranata menyebutkan, para guru yang berhak mendapat TPG adalah para guru yang memenuhi syarat penerima TPG sesuai Undang-Undang Guru dan Dosen. Bagi yang tidak memenuhi tidak berhak mendapat TPG. Ada pun persyaratannya mulai dari jumlah jam mengajar harus 24 jam seminggu.

Selanjutnya, bagi guru yang belum memenuhi TPG, biasanya dapat melengkapi pada semester berikutnya. Misalkan pada semester satu belum sesuai, maka semester depan dapat disesuaikan jam mengajarnya agar dapat menerima TPG. Pasalnya, setiap semester guru memiliki beban mengajar yang berbeda-beda.

Sementara itu, untuk guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang pada kurikulum 2013 (K-13) tidak dijadikan lagi pelajaran, menurut Pranata, telah ada peraturan yang tidak merugikan guru, termasuk dalam penerimaan TPG. Para guru tersebut dalam menggenapi jam mengajarnya dengan menjadi pembina.
“Para guru TIK dapat membina siswa sebanyak 150 orang itu sudah mencapai jam mengajar yang ditentukan oleh Undang- Undang,” kata dia. (fed)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top