RAGAM

Kades Jangan Proyekkan ADD untuk Mendapat Fee

BETUN, Kilastimor.com-Kepala desa diminta tidak memproyekkan dana desa buat pengusaha. Kalau kepala desa memproyekkan ADD, sama saja dengan mengabaikan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Hal itu disampaikan Plt.Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Malaka, Petrus Bria Seran dihadapan kepala desa, camat dan seluruh pimpinan SKPD dalam rapat evaluasi pelaksanaan ADD tahun 2015, dan Rencana Pelaksanaan ADD tahun 2016 di Aula Kantor Bupati Malaka di Betun, Jumat (22/4).

Petrus Bria Seran

Petrus Bria Seran

Dikatakan, tahun lalu pihaknya mendengarkan banyak informasi bahwa kepala desa banyak yang memproyekkan ADD dan menjual proyek kepada pengusaha untuk mendapatkan fee proyek. Tindakan seperti itu perlu dilakukan evaluasi guna perbaikan kinerja di desa.

Seharusnya tambah dia, dana ADD dilaksanakan melalui proses perencanaan di desa melalui berbagai tahapan yang harus dilalui. Desa harus memperhatikan aspirasi masyarakat sebelum melakukan perencanaan dan penganggaran melalui kinerja ADD.

“Itu uang rakyat sehingga harus dikembalikan kepada rakyat melalui program-program yang pro rakyat. Kebutuhan rakyatlah yang harus menjadi patokan didalam melakukan penganggaran melalui ADD. Tahun 2016, intervensi anggaran melalui ADD mengalami penambahan sehingga pengelolaannya harus baik dan benar sesuai aturan-aturan yang berlaku. (boni)

Baca Juga :   18 Sekolah di Malaka Diverifikasi LPMP jadi Calon Sekolah Model
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top