HUKUM & KRIMINAL

Korban Tewas Akibat Miras Oplosan di Belu Bertambah. Jumlah Korban Tewas Menjadi Tiga Orang

ATAMBUA, Kilastimor.com-Minuman Keras (Miras) oplosan kembali makan korban. Setelah dua korban tewas usai mengkonsumsi minuman keras (miras) oplosan, di Weklekat, Lasiolat, Senin kemrin, kini bertambah lagi satu warga yang menjadi korban meninggal.
Korban ketiga itu diidentifikasi bernama, Yosep Parera Moruk. Korban sempat mendapat perawatan medis, namun nyawannya tidak dapat tertolong dan meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr. Gabriel Manek, SVD, Selasa (12/04/2016) malam lalu.

Jeffris Fanggidae

Jeffris Fanggidae

Kapolres Belu AKBP Dewa Putu Gede Artha melalui Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Jeffris Fanggidae kepada media, Rabu (13/04) mengungkapkan, dengan meninggalnya satu warga korban miras oplosan malam tadi, maka jumlah korban yang meninggal kini berjumlah tiga orang, dan jenasah ketiga korban telah dibawa keluarga ke kampung halaman di Lakanmau, Lasiolat, Belu, NTT.

Saat ini tambahnya, penyidik Polres Belu sedang mendalami kasus tersebut, untuk mengungkap penyebab utama kematian tiga warga tersebut. “Kita sedang selidiki kasus tersebut,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, korban Yosep merupakan kerabat erat dari dua korban yang telah meninggal sebelumnya, akibat usai mengkonsumsi miras oplosan tersebut.
Korban Yosep turut mengkonsumsi miras oplosan di tempat air pemali Lalawar, yang terletak di kaki Gunung Lakaan pada hari yang sama.

Usai menenggak miras oplosan korban kembali ke rumah, namun dalam kondisi yang memprihatinkan, dimana korban muntah-muntah dan pusing. Keluarga kemudian langsung melarikan korban ke rumah sakit Atambua, Selasa malam. Namun nyawa korban tidak bisa tertolong.

Untuk diketahui, kedua korban yang tewas akibat miras oplosan sebelumnya, Simon Asten dan Yohanes Mau warga Desa Lakanmau. Keduanya tewas usai mengkonsumsi miras oplosan saat acara panen jagung salah satu warga.
Miras oplosan tersebut dibeli warga di pasar Lahurus pada Minggu (10/4/2016) lalu dan para korban mengkonsumsinya pada besoknya hari Senin (11/4/2016). (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top