RAGAM

Kota Kupang Tuan Rumah KONREG Pemuda PGI Jawa, Bali dan Nusra

KUPANG, Kilastimor.com-Kota Kupang akan menjadi tuan kegiatan Konsultasi Regional (KONREG) pemuda dan remaja PGI se-Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Kegiatan akan berlangsung Gereja Masehi Injil di Timor (GMIT) Agape Kota Kupang, mulai dari 22-25 April 2016.

“KONKREG merupakan forum bagi pemuda dan remaja lintas organisasi dan denominasi gereja atau organisasi untuk berkumpul bertukar pikiran, berbagi ide, pengalaman dan bersama-sama menggumuli persoal atau isu-isu spesifik yang dihadapi diwilayah masing-masing yang juga menjadi pergumulan bagi gereja-gereja di Indonesia,” kata Ketua BP Sinode GMIT, Winston Rondo kepada wartawan di lantai dua Kantor Sinode GMIT, Kamis (14/4).

Pdt. Merry Kolimon

Pdt. Merry Kolimon

Winston Rondo yang didampingi oleh Ketua Sinode GMIT, Pdt.Merry Kolimon beserta Ketua Panitia Pelaksana KONKREG Elfrid Saneh mengatakan, kegiatan KONKREG ini memilki makna strategis untuk mempersiapkan para pemuda gereja dalam menjemput perubahan sosial, budaya dan perubahan lain secara pro-aktif dan dengan semangat oikumenis

Dia menambahkan, kegiatan KONKREG ini secara khusus juga akan dilakukan exposure terkait isu-isu lingkungan hidup, entrepreneur, hubungan lintas agama, dan kebudayaan lokal yang ada disekitar Kota Kupang dan kabupaten lain.

”Kegiatan KONKREG se-Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Timur yang diselenggarakan di Kota Kupang, akan hadir juga perutusan dari sinode dari Republik Demokratik Timor Leste, serta beberapa pengurus dari pusat seperti GAMKI, GMKI PERKANTAS dan JDPN,” kata Winston Rondo.

Baca Juga :   Immala Siap Kawal Pilkada Malaka

Sementara itu, Ketua Sinode GMIT mengatakan, kegiatan KONKREG ini sangat disambut baik, sebab ini merupakan kesempatan bagi orang muda untuk berpartispasi dalam gereja, masyarakat dan bangsa.

“Saya sangat menyambut baik akan kegiatan ini,karena ini kesemapatan orang muda untuk berpartispasi melalui studi dengan mengahadapi pertentangan global yang saat ini terjadi, guna dapat memperkuat oikume,” katanya.

Selain itu, katanya,melalui kegiatan orang muda bisa mengenal perbedaan, sebab perbedaan bukan hanya terlihat kebinekaan bangsa kita tetapi perbedaan bisa saja terjadi dalam gereja, sehingga melalui perbedaan bisa terlihat ada kebersamaan. (lan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top