RAGAM

Malaka Daerah Endemik Filaria, Masyarakat Diminta Jaga Kebersihan Lingkungan

BETUN, Kilastimor.com-Penyakit Filaria atau kaki Gajah di Malaka harus mendapatkan perhatian semua pihak. Tahun 2014 tercatat ada 20 kasus Filaria dan tahun 2015 ada 17 kasus. “Kita termasuk Kabupaten yang endemis terhadap penyakit Filaria sehingga hal itu harus menjadi perhatian bersama. Masyarakat Malaka harus waspada terhadap penyakit ini sehingga bisa dielimir,” papar Kadis Kesehatan Kabupaten Malaka, Anton Tae Asa kepada wartawan disela acara sosialisasi Penyakit Filaria kepada seluruh SKPD, Camat, Kapolsek dan Desa se-Malaka di Betun, Rabu (27/4).

Anton Tae Asa

Anton Tae Asa

“Hari ini kita sosialisasi lintas sektor terkait pencegahan penyakit Filaria. Kita tindak lanjuti komitmen nasional terkait eliminasi Filaria tahun 2020, dimana masalah Filaria bukanlah masalah kesehatan. Kita sosialisasi sehingga bulan Oktober mendatang akan diberikan obat secara massal sehigga tahun 2020 masalah Filaria sudah harus tuntas di Indonesia”

Provinsi NTT dan Kabupaten Malaka tambahnya, merupakan daerah endemis karena ada kasus filaria di wilayah kita. Penyakit Filaria sebetulnya bisa ditanggulangi oleh semua pihak melalui upaya kesehatan berbasis masyarakat. Semua komponen masyarakat bisa berperan dalam penanggulangannya penyakit Filaria. “Kita bisa cegah penyakit ini dengan menjaga kebersihan lingkungan dan masyarakat diminta memakai kelambu saat tidur, sehingga tidak digigit nyamuk sebagai penyebar penyakit Filaria,” tandasnya. (boni)

Baca Juga :   "Ayo Berubah" Tema Dua Tahun Kepemimpinan Jefri Riwu Kore-Herman Man
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top