EKONOMI

Masyarakat Belu Wajib Teliti Obat dan Makanan yang Beredar. Banyak Bahan Makanan dan Obat yang Illegal

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pengawasan berbagai produk baik obat, makanan dan kosmetik yang telah kadaluarsa maupun illegal sangat penting dilakukan. Partisipasi seluruh masyarakat sangat dibutuhkan, untuk meminimalisir produk kadaluarsa maupun illegal.
Hal itu disampaikan Bupati Belu, Willybrodus Lay dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) obat dan Makanan bersama tokoh masyarakat yang digelar Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kupang, Sabtu (02/04) di Hotel King Star, Atambua.

Bupati Belu sedang memberikan arahan dalam sosialisasi BPOM.

Bupati Belu sedang memberikan arahan dalam sosialisasi BPOM.

Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi IX DPR RI, Charles J Mesang, Kepala BPOM Kupang, Ruth Diana Laiskodat, tokoh agama, Forkompinda, SKPD, para Camat serta Lurah juga tokoh masyrakat.

Menurut dia, Belu sebagai daerah perbatasan, persoalan ini sangat penting untuk diperhatikan. Karena itu, Pemkab akan melakukan sharing dengan para pengusaha-pengusaha setempat yang mengedar atau mendagangkan pangan dan obat yang belum terdaftar maupun sudah terdaftar.

“Saya minta masyarakat ikut berpartisipasi untuk membantu pengawasan, sehingga terhindar dari penyalahgunaan barang-barang tersebut,” ujar dia.

“Sebelum membeli masyarakat terlebih dahulu harus melihat apakah makanan itu masih layak atau tidak lagi, kalau tidak layak tidak usah dikonsumsi. Karena itu dibutuhkan peran dan partisipasi masyarakat untuk mengawasi obat dan makanan tersebut,” tambah Lay.

Anggota DPR RI, Charles Mesang berharap makanan, obat dan kosmetik yang digunakan dapat melindungi diri dari bahaya dan membawa kesehatan bagi konsumen. “Apa yang disampaikan dalam kegiatan ini, harus diperhatikan sebab ini hal yang baik, biar masyarakat Belu terhindarkan produk atau barang-barang illegal,” ucap Mesang.

Kepala BPOM Kupang, Ruth Diana Laiskodat dalam sambutannya mengatakan, di perbatasan Belu menjadi wilayah keluar masuknya barang-barang yang dikonsumsi, yang akan membahayakan konsumen yang tidak cerdas.

“Seperti minuman sagiko itu illegal, tidak dijamin mutunya. BPOM di Kupang tetap lakukan pengawasan yang pasti ilegal tidak boleh masuk karena mutunya. Kita juga akan koordinasi dengan Bupati Belu, untuk ajak pengusaha menghentikan aktivitas memasok minuman illegal, karena kita tidak bisa pastikan kualitasnya,” kata dia.

Dituturkan, masih banyak produk pangan illegal dan kadaluarsa masih didapati ditengah masyarakat. Produk yang belum dapat izin seperti kosmetik illegal yang dapat menggangu kesehatan, seperti bahan mercuri yang bisa membahayakan dan menimbulkan kanker, juga makanan yang menggunakan bahan perwana tekstil.

“Kegiatan ini meningkatkan peran aktif masyarakat dalam produk pangan, tingkatkan kewaspadaan dan kepedulian soal makanan dan waspada soal bahaya pangan dan obat illegal. Lihat label pada makanan dan obat sebelum membeli,” pungkasnya. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top