RAGAM

Menuju Kota Soe yang Bersih, Komisi III DPRD TTS Stuba di Kota Kupang

KUPANG, Kialstimor.com-Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Timor Tengah Selatan (TTS) belajar soal pengelolaan kebersihan di Kota Kupang.
Kedatangan Komisi III DPRD ini terimah secara langsung oleh Sekda Kota Kupang, Bernadus Benu bersama Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kupang, Obed Kadji.

Sekda Kota Kupang terima plakat dari Ketua Komisi III DPRD TTS.

Sekda Kota Kupang terima plakat dari Ketua Komisi III DPRD TTS.

David Boimau, A.Md, Ketua Komisi III DPRD TTS selaku pemimpin rombongan dalam tatap muka di Aula Garuda Kantor Walikota Kupang, Kamis (31/3) mengemukakan, kehadiran mereka di Kota Kupang selain untuk silaturahmi juga sekaligus belajar dan mengadopsi hal-hal positif yang ada di Kota Kupang soal pengelolaan kebersihan.

Selain itu juga salah satu yang menarik perhatian mereka adalah program Kupang Green and Clean (KGC) yang sudah dirancang sejak beberapa tahun lalu. Mereka sudah melihat hasilnya dan terbukti wajah Kota Kupang sudah menunjukkan perubahan. Karena itu mereka ingin punya gambaran dan ingin tahu desain program KGC itu seperti apa.

Pemkab TTS sendiri pada APBD TTS 2016 telah merancang program tentang desain tata kota dan kebersihan. Salah satunya lewat lomba cinta kebersihan antara kecamatan yang ada di Kota Soe. Karena itulah mereka ingin mengadopsi program KGC Kota Kupang yang sudah lebih dulu sukses.

Kepala Dinas Kebersihan Kota Kupang, Obed Kadji yang turut menerima rombongan tersebut menjelaskan program KGC di Kota Kupang sudah dirancang sejak tahun 2010 lalu. Program ini juga merupakan adopsi hasil studi banding mereka ke Surabaya. Berbeda dari lomba kebersihan di daerah lain, KGC memiliki aspek penilaian yang berbeda tidak hanya soal kebersihan.

Baca Juga :   Targetkan Betun Kota Terbersih, Pemkab Bakal Tambah Pasukan Kuning

Awalnya program ini masuk dalam nomenklatur bagian umum. Namun pada tahun 2014 berdasarkan saran BPK kegiatan ini dinilia lebih cocok masuk dalam nomenklatur Dinas Kebersihan atau Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD). Karena itu nomenklaturnya diganti menjadi pengendalian pencemaran lingkungan kota KGC. Program ini berupaya untuk lebih meningkatkan peran serta camat dan lurah. Karena itu pada tahap awal lomba, penilaian dilakukan oleh camat dan lurah untuk memilih tiga yang terbaik. Dalam program KGC ini Pemkot Kupang bekerja sama dengan media massa beserta stakeholder terkait lainnya menggelar sejumlah lomba, yakni; lomba skolah bersih, lomba camat dan lurah terbaik, dengan melihat aspek manajemen, bagaimana mereka memotivasi masyarakatnya menjaga kebersihan serta lomba KGC berupa penghijauan dan kebersihan lingkungan yang memperebutkan piala bergilir.

Sekda Kota Kupang, Bernadus Benu, yang menerima rombongan mengatakan, selain KGC, Pemkot Kupang juga memiliki sejumlah program inovasi yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Di antaranya Jamkesda, Program Raskin daerah gratis yang dananya diambil dari PAD, beasiswa bagi seribu anak tidak mampu, uang duka bagi keluarga tidak mampu dan Brigade Kupang Sehat (BKS). Turut hadir pada pertemuan tersebut Kepala BLHD Kota Kupang, Eben Ndapamerang dan sembilan orang anggota Komisi III DPRD Kabupaten TTS. (lan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top