HUKUM & KRIMINAL

Pelaku Belum Ditahan, Rogerio Mengadu ke DPRD Belu. Naibuti: Besok Kita Panggil Kapolres

ATAMBUA, Kilastimor.com-Korban penganiayaan, Rogerio Martins mengadukan kasus penganiayaan yang menimpah dirinya ke DPRD Belu. Atas aduan korban itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Belu mendesak pihak Kepolisian untuk segera menahan anggota Polres Belu Bripka, Hendrik alias Ale, pelaku penganiayaan terhadap Rogerio Martins (34), Minggu (17/04/2016) kemarin.

Tampak korban penganiayaan polisi mengadu ke DPRD Belu.

Tampak korban penganiayaan polisi mengadu ke DPRD Belu.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Belu, Marthen Naibuti didampingi sejumlah anggota lainnya, ketika menerima pengaduan korban, Rogerio Marthins bersama isteri dan kerabat keluarga di Gedung DPRD, Selasa (19/04) mengatakan, aksi premanisme anggota Polres Belu yang bermain hakim sendiri, dengan melakukan penganiayaan terhadap korban hingga babak belur merupakan tindakan kriminal murni yang harus ditindaklanjut dan diproses.

“Besok kita panggil Kapolres Belu untuk klarifikasi pengaduan keluarga korban yang telah dianiaya oleh salah satu anggota Polres Belu,” ujar Marthen.

Senada, Anggota DPRD Rudy Bouk meminta agar pelaku penganiayaan itu harus segara ditahan, sehingga permasalahan tersebut bisa terselesaikan. Peran wakil rakyat sebatas mediasi permasalahan yang terjadi dan hal ini guna antisipasi keluarga korban bertindak diluar ketentuan.
“Pelaku masih berkeliaran. Takutnya keluarga korban marah, maka masalah tersebut bisa berkepanjangan,” ucap Buok.

Anggota DPRD lainnya, Theo Manek menambahkan, agenda pemanggilan Kapolres Belu kaitan anggotanya yang menganiaya korban sangat penting, sehingga permasalahan tersebut tidak terbawa sampai ke luar.
“Kita tidak mau ada kejadian susulan. Kalau dia (pelaku_red) ada “sakit” seperti yang dikatakan Kapolres, justru harus ditahan dan diobati. Kalau tidak ditahan, akan berdampak pada warga lain,” papar Manek.

Baca Juga :   Diduga Sebarkan Hoax, Akun Instagram Melaniesubono Dilaporkan ke Polres Belu

Sementara itu, Isteri korban, Ruth Foeh menuturkan, kejadian tersebut telah dilaporkan ke pihak Propam Polres Belu sejak Senin kemarin. Namun, pelakunya masih berkeliaran dan belum ditahan. “Kita sudah ke rumah pelaku tapi tidak ada etika untuk berdamai. Tadi kita ke Polres lagi ambil keterangan, dan pelakunya belum ditahan. Kami masyarakat kecil minta keadilan, pelaku harus bertanggungjawab dan diproses sesuai aturan yang berlaku,” harap Ruth. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top