RAGAM

Penyebaran HIV/AIDS di Belu Sangat Tinggi. KPAD: Tercatat ada 729 Kasus

“Masyarakat harus diberikan penerangan dan sosialisasi tentang penyakti HIV/AIDS, sehingga seluruh masyarakat memahaminya dan melawan penyakit mematikan itu demi generasi-generasi muda di wilayah Belu,” kata dia.

Diakuinya, pihak KPAD Belu masih mengalami kendala dimana anggaran operasionalnya sangat terbatas untuk satu tahun yakni hanya Rp 129 juta turun dari anggaran sebelumnya Rp 300 juta, sejak tahun 2004.
“Kendala kami kesulitan dana dan operasional, apalagi ini soal pelayanan kemanusian. Kami harap di tahun mendatang Pemkab dapat menaikan dana operasional bagi KPAD,” pinta Manek.

Wakil Bupati Ose Luan selaku Ketua Harian KPAD Kabupaten Belu mengatakan, dana yang ada pada KPAD saat ini sudah diplot di APBD dan tentunya tidak bisa dirubah lagi, sampai menunggu di tahun anggaran yang baru.

“Saat ini kita tidak bisa dananya, tapi kita akan upayakan di perubahan nanti dan di tahun 2017 kita usahan dana KPA Rp 129 juta akan dinaikan menjadi Rp 300 juta, sehingga bisa mendukung dan perlancar kegiatan operasional dalam berbagai bidang,” ucap dia.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Belu J.T Ose Luan menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap mewaspadai dengan persoalan kasus HIV/AIDS, di wilayah Kabupaten Belu.
“Virus HIV/AIDS ini harus diwaspadai terus,” ujar Ose dalam rapat koordinasi bersama intansi terkait soal kasus HIV/AIDS di ruang kerja, Kamis (28/04/2016).

Baca Juga :   Periksa Kades Bone Tasea, Polsek Weliman Kirim Surat Permohonan Izin ke Bupati Malaka. Nahak: Saya Pasrah Hadapi Proses Hukum

Menurut Ketua Harian KPAD Belu itu, HIV/AIDS merupakan satu penyakit yang membuat generasi muda menjadi rusak atau hilang masa depannya bahkan hingga merenggut nyawa. “Virus HIV/AIDS ini sama dengan narkoba yang dapat merusak kehidupan para generasi masa depan,” ujar dia. (yan)

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top