RAGAM

Pihak Ditjen Imigrasi Tinjau PLBN Indonesia-Timor Leste

ATAMBUA, Kilastimor.com-Perbatasan Indonesia-Timor Leste di Motaain, mendapat perhatian pihak Direktorat Jenderal Imigrasi. Selasa (18/4) pagi tadi, Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim), Yurod Saleh dan Direktur Lalulintas Keimigrasian (Lantaskim), Maryoto Sumadi meninjau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain.

Pihak Ditjen Imigrasi pantau PLBN Motaain.

Pihak Ditjen Imigrasi pantau PLBN Motaain.

Pihaknya Ditjen Imigrasi didampingi Kepala Imigrasi Kelas II Atambua, Soeryo Tarto Kisdoyo serta Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif 725/WRG, Letkol Inf. Nurman Syahreda langsung meninjau lokasi dua pilar/patok batas negara antara RI-RDTL di dusun Halimuti, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.

Usai memantau rombongan langsung meninjau Pos Imigrasi di perbatasan Mota’ain dan Batugede untuk melihat lebih dekat sistem pelayanan serta kelangkapan peralatan kerja dan komunikasi yang digunakan dalam melaksanakan pekerjaan.

Kesempatan itu digunakan jajaran Ditjen Imigrasi untuk meninjau langsung pembangunan gedung pelayanan PLBN, yang sedang dikerjakan PT. Waskita Karya itu.

DirLantaskim, Maryoto Sumadi dalam keterangan pers di Mota’ain mengatakan, kunjungan ke perbatasan Indonesia dan Timor Leste guna menindaklanjuti instruski Presiden RI Nomor 06 tahun 2015 berkaitan dengan pembangunan percepatan pengembangan tujuh PLBN terpadu, khususnya yang berada di wilayah NTT.

Pose di gedung baru PLBN.

Pose di gedung baru PLBN.

“Bahwa dalam instruksi diamanatkan Direktorat Imigrasi juga bertangungjawab atas sarana dan prasarana serta tugas dan fungsi Imigrasi di perbatasan,” ujar Maryoto.

Terkait visa bebas, tutur Maryoto yang diharapkan azas timbal balik saling menguntungkan antar kedua negara. Perlu diketahui bahwa, Pemerintah tetapkan 199 negara bebas visa untuk datangkan arus wisata ke Indonesia.

“Saat ini Imigrasi kita yang ada di KBRI Dili telah melakukan upaya diplomasi dengan Pemerintah Timor Leste,” jelas dia.

Ketiksa disinggung terkait maraknya perlintasan illegal, Dirwasdakim Yurod Saleh mengatakan pihaknya tidak bisa melakukan pengawasan secara pagar betis, tapi yang sudah disiapkan pemerintah yakni tempat periksa di Imigrasi yang berada di batas.

“Kita tidak tolerir, kedepan kita inginkan semua masuk sesuai ketentuan. Itu harapan kita semua masuk lewat pintu legal bukan jalan tikus, tapi apabila yang masuk tidak melalui TPI akan dihukum,” tegas Yurod.

Dikatakan, pengawasan terhadap orang asing tidak hanya merunut pada kewenangan dari Imigrasi. Tapi diharapkan semua masyarakat ikut terlibat dalam melakukan pengawasan tersebut.

Untuk diketahui, usai memantau di Mota’ain rombongan Dirjen Imigrasi juga meninjau PLBN di Wini, Kabupaten TTU berbatasan langsung dengan Distric TTU dan direncanakan besok akan meninjau PLBN Motamasin, Kabupaten Malaka yang berbatasan langsung dengan Distric Covalima, Timor Leste. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top