HUKUM & KRIMINAL

Polres Belu Koordinasi dengan JPU Terkait Kasus Penyelundupan Cendana dari Timor Leste

ATAMBUA, Kilastimor.com-Tersangka kasus penyelundupan kayu cendana seberat 190 kilo gram dari Atabae, Timor Leste ke Indonesia, sementara masih ditangguhkan penahanannya. Sementara itu warga negara Timor Leste, telah dideportase karena masa tahanan telah berakhir.
Hal tersebut diungkapkan Kapolres Belu AKBP Dewa Putu Gede Artha yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Jeffris Fanggidae, Rabu (13/04) kemarin di Mako Polres Belu.

Jeffris Fanggidae

Jeffris Fanggidae

Dikatakan, pihak penyidik kesulitan dalam hal penanganan kasus penyelundupan cendana yang melibatkan warga negara Timor Leste dan Indonesia itu. Oleh sebab itu pihaknya masih melakukan koordinasi dengan jaksa penuntut umum terkait penerapan pasal, yang akan dikenakan untuk menjerat kedua pelaku.

“Tersangka warga Timor Leste sudah dideportase karena masa tahanan sudah berkahir, sementara pelaku warga Indonesia ditangguhkan penahanannya. Karena itu kita masih lakukan koordinasi dengan jaksa soal penerapan tindak pidana kepabeanan,” ujar Fanggidae.

Dituturkan, dalam acara coffee morning yang digelar Polres Belu dan melibatkan Forkompinda plus, pihak Polres telah melakukan koordinasi agar kasus penyelundupan cendana bisa ditangani oleh penyidik Reskrim Polres Belu mengingat polisi juga bisa melakukan penyelidikan kasus tindak pidana kepabeanan.

“Barang bukti kayu cendana yang berhasil diamankan dari pelaku rencananya akan dilimpahkan ke Bea dan Cukai Atambua, biar nanti dilakukan taksasi besaran berapa kerugian negara dari kasus penyelundupan cendana itu,” jelas FanggidaE.

Baca Juga :   71 Stand Usaha Kecil Menengah, Meriahkan Pameran Perarakan Besar Malaka

Untuk diketahui, anggota Polres Belu pada Selasa (23/2) pada pukul 02.30 Wita menghentikan satu unit mobil Kijang Inova merah dengan NoPol B 1732 BVK yang menuju ke kota Atambua dari arah Atapupu.

Ketika dilakukan penggeledahan dalam mobil ditemukan barang bawaan yang berada di garasi belakang mobil yakni lima karung putih dan satu akar kayu cendana dengan total berat 190 Kg. Diketahui kayu cendana itu merupakan milik HP (45) warga negara Timor Leste yang akan dijualkan kepada SLT (61) warga Indonesia yang berdomisili di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top