RAGAM

Tunjangan Tambahan bagi PNS Malaka Perlu Dikaji Lagi. Guru dan Tenaga Medis Harus Diperhatikan

BETUN, Kilastimor.com-Pemerintah Daerah Kabupaten Malaka harus melakukan kajian, terkait rencana pemberian tunjangan tambahan bagi PNS yang bekerja lima hari. Kalau PNS di kantor pemerintahan diberikan tunjangan tambahan berupa uang makan maka hal itu harus diberlakukan juga kepada tenaga medis dan guru. Hal itu disampaikan Sekretaris Fraksi Kebangkitan Bangsa, Hendrikus Fahik Taek kepada wartawan di Betun, Rabu (20/4).

Hendrikus Fahik

Hendrikus Fahik

“Pemberlakuan lima hari kerja oleh pemerintah dengan kompensasi tunjangan tambahan Rp 25 ribu perhari bagi PNS, perlu dikaji lagi. Kita Perlu lihat kembali APBD kita. Apakah uang rakyat itu hanya semata untuk PNS dan anggota dewan saja atau uang itu untuk kepentingan rakyat,” ungkapnya.

PNS sebutnya, sudah mendapat gaji, tunjangan . Kalau ada tambahan Rp 15-20 ribu itu wajarlah. Namun tunjukkan sedikit pengabdian kita untuk daerah ini. Coba teman-teman PNS lihat kembali orang di kampung-kampung itu masih susah. Kalau uang Rp.25 ribu diakumulasikan khan jumlahnya besar dan angka yang tidak pro rakyat. Kalau uang itu dimanfaatkan untuk membiayai kegiatan produktif rakyat tentu lebih bermanfaat,” timpalnya.

“Kita juga minta kepada pemerintah untuk mengkaji supaya tenaga medis dan guru bisa mendapatkan tunjangan uang makan karena bagaimanapun peranan mereka sangat besar. Guru dan tenaga kesehatan pekerjaan mereka lebih berat dari PNS di Kantor. Bupati perlu mengkaji lagi sehingga tidak menimbulkan kecemburuan antar PNS. Jangan ukur dari waktu kerja karena beban kerja yang paling besar ada pada tenaga medis dan guru. Kita harus adil karena mereka juga mengabdi kepada rakyat dan memiliki tanggung jawab yang sangat besar dibidang tugasnya,” pungkasnya. (boni)

Baca Juga :   Bere: Pemerintahan Malaka Berjalan Lancar, Tidak Ada yang Terganggu
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top