RAGAM

15 Sekolah Dasar Ikuti Festival Membaca di Betun

BETUN, Kilastimor.com-Sebanyak 45 siswa kelas I, II dan III pada 15 Sekolah Dasar yang tersebar di Malaka mengikuti Festival Membaca yang dilaksanakan Program Ceria Save The Children, Kabupaten Malaka.
Festival ini dimaksudkan memberikan motivasi bagi guru dan orang tua siswa akan pentingnya budaya membaca bagi siswa. Ini salah satu metode untuk meningkatkan motivasi pelajar, orang tua dan guru akan minat baca di sekolah dan rumah.
Hal itu disampaikan Senior Project Officer Program Ceria Save The Children Kabupaten Malaka, Ferdinand Riwu kepada wartawan disela acara pelaksanaan Festival di Betun, Jumat (27/5).

Festival membaca bagi anak SD di Betun.

Festival membaca bagi anak SD di Betun.

“Kita sudah selenggaran acara ini sejak awal bulan Mei dan puncaknya kita selenggarakan dalam bentuk Festival yang dipusatkan di Kota Betun. Target Program ceria yang kita lakukan bagi semua anak SD Kelas I, II dan III. Hari ini kita selenggarakan acara puncaknya dan kita lombakan untuk juara I,II dan III. Kita mau memberikan motivasi bagi guru dan orang tua siswa akan pentingnya membaca bagi siswa. Ini salah satu metode meningkatkan motivasi orang tua dan guru akan minat baca di sekolah dan rumah. Kita ambil siswa SD dari luar kota terutama dari Kecamatan terluar,” terangnya.

Diharapkan, kedepan pemerintah melalui Dinas PKPO Malaka mempunyai program khusus untuk menggalakkan minat baca dengan membangun taman baca di sekolah dan setiap desa.
“Kita sudah membuat contoh taman baca atau pos baca. Kita harapkan disetiap desa dibuatkan taman baca yang sederhana saja, asalkan guru dan orang tua bisa memberikan ruang dan kesempatan kepada siswa untuk membaca. Pemerintah bisa berkolaborasi untuk mendorong minat baca siswa,” imbuhnya.

Baca Juga :   Ambulance Puskesmas Bani-Bani Ringsek Ditabrak Truk

Tahun 2016, Save The Children akan menggelar Festival membaca siswa SD tiga Kabupaten di Belu, Malaka dan TTU, selama tiga hari dan direncanakan digelar di Atambua selama tiga hari. Kegiatannya bervariasi yakni literasi, lomba membaca, contoh taman baca juga akan digelar.

Dengan program ini, kedepan akan dilakukan program literasi. ”Kita harapkan orang tua dan guru harus fokus melihat perkembangan literasi anak. Guru harus lebih kreatif. Orang tua juga harus berperan menumbuhkan minat baca anak melalui pos baca. Setiap desa bisa mengalokasikan anggaran melalui ADD untuk mewujudkan taman bacaan bagi anak disetiap desa. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top