RAGAM

Ada Prosesi Bunda Maria di Laut, Belu Bakal Dijadikan Pusat Destinasi Rohani

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kabupaten Belu memiliki potensi pariwisata yang harus dikembangkan. Salah satunya yakni pariwisata religius yakni Ina Feto Lalean di Paroki Stella Maris Atapupu yang selalu digelar pada bulan Agustus dalam setiap tahun.

“Ini aset kita. Kedepannya kita tingkatkan jadi pariwisata rohani di Belu. Karena itu wilayah Belu akan dijadikan destinasi rohani,” ungkap Bupati Belu Willybrodus Lay kepada media disela-sela rakor penyelenggaraan Festival Crossborder Atambua 2016 Selasa kemarin di Aula Graha Kirani.

Willybrodus Lay

Willybrodus Lay

Menurut Lay, banyak hal yang akan dilakukan guna meningkatkan pariwisata di Belu. Kedepan akan menata daerah Belu menjadi satu destinasi rohani, seperti Larantuka, Flores Timur yang sudah sukses dengan wisata Semana Santa.

“Kita memiliki wisata religius Ina Feto Lalean yang dirayakan melalui prosesi laut. Ini akan kita tata sehingga jadi pusat destinasi rohani yang bisa mendatangkan banyak pengunjung seperti yang ada di Larantuka,” ucap dia.

Lanjut Lay, dalam konteks berbatasan langsung dengan Timor Leste, menjadi peluang besar bagi Kabupaten Belu untuk menarik para pengunjung wisatawan manca negara agar datang mengikuti prosesi wisata rohani tersebut.

“Kalau dicanangkan mulai sekarang, maka kita akan rasakan di lima tahun mendatang Belu jadi pusat destinasi rohani di pulau Timor,” ucap Lay.

Untuk diketahui, wisata rohani Ina Feto Lalean terdapat di Paroki Stella Maris Atapupu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Timor Barat, Perbatasan Indonesia dan Timor Leste. Prosesi pengarakan Bunda Maria dengan perahu itu, telah digelar dua kali pada setiap bulan Agustus mengikuti perairan laut Atapupu, dari teluk Gurita menuju TPI dan berakhir di Gereja Paroki Atapupu. (yan)

Baca Juga :   Buruan.....!!! NSS Kupang Beri Promo Khusus Selama Dua Hari
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top