RAGAM

Aneh….Pasien BPJS Tetap Bayar Biaya Visum dan Pengobatan di RSPP Betun

BETUN, Kilastimor.com-Emiliana Seo Tafuli, warga Desa Tafuli I, Kecamatan Rinhat, Malaka NTT, yang merupakan korban pemukulan suaminya, Vincensius Misa yang kasusnya sementara ditangani Polsek Rinhat ternyata harus mengeluarkan uangnya sendiri, untuk membayar biaya visum dan obat di RSPP Betun, Kamis (5/5) kemarin. Padahal yang bersangkutan memiliki kartu BPJS.

Direktris RSPP Betun

Direktris RSPP Betun

“Saya diantar polisi saat visum, tetapi saat saya sodorkan kartu BPJS pihak rumah sakit menolak. Saya harus mengeluarkan uang Rp 97.000 dari kocek sendiri untuk membayar semuanya,” Emilia Seo Tafuli kepada wartawan di Biudukfo-Kecamatan Rinhat, Jumat (6/5).

Dia mengaku bingung karena pihak rumah sakit menolak saat disodorkan kartu BPJS. Ini bukti dan kuitansi pembayaran saat visum dan pengobatan di RSPP Betun. “Saya lebih bingung lagi karena pemerintah sudah mengumumkan kepada masyarakat untuk berobat secara gratis yang dibayar pemerintah sejak 1 Mei lalu, tetapi faktanya saya tetap bayar, kendati ada kartu BPJS. Saya ini orang susah dan punya kartu BPJS, namun harus tetap membayar saat berobat,” keluhnya.

Direktris RSPP Betun, Frida Fahik kepada wartawan saat dihubungi pertelpon, Jumat (6/5) mengatakan, akan mengecek kebenaran informasi itu. “Saya cek dulu ke petugas dan dokter yang menangani pasien yang bersangkutan, karena saya belum mendapatkan laporan terkait masalah itu. Di BPJS memang ada aturan-aturan tentang pasien yang harus dibantu dengan menggunakan jasa BPJS. Setelah saya cek kebenarannya akan saya informasikan lagi kepada wartawan,” ujarnya. (boni)

Baca Juga :   What Do U Fellas Feel About Chile?
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top