RAGAM

Bolos Sekolah, Belasan Pelajar Dijaring Satpol PP Kota

KUPANG, Kilastimor.com-Keluyuran atau bolos di saat jam sekolah, belasan pelajar di Kota Kupang terjaring razia yang digelar oleh Satpol PP Kota Kupang, Rabu (11/5). Para siswa, kemudian dibawa oleh petugas ke kantor Satpol PP untuk diberikan pembinaan dan diserahkan kembali ke pihak sekolah dan orang tua masing-masing.

Belasan siswa dibina Pol PP Kota Kupang.

Belasan siswa dibina Pol PP Kota Kupang.

Kepala Seksi SDA Satpol PP, Helmit Marcus yang ditemuai dikantor Satpol PP mengatakan, pelajar yang diamankan oleh Satpol PP dalam operasi ini merupakan pelajar dari SMK Negeri 2 Kupang.
“Petugas Satpol PP menemukan pelajar yang sedang berkeliaran pada saat jam belajar. Pelajar yang terjaring itu yang diamankan tidak pada satu tempat tetapi ditempat yang berbada yakni Stadion Merdeka dan di Pantai Tedis,” katanya.

Marcus mengatakan, pelajar yang tertangkap dalam razia, oleh petugas satpol PP berjumlah 14 orang yang dalamnya terdapat seorang pelajar wanita. Pelajar yang tertangkap dalam razia ini diberikan pembinaan dan selanjutnya membuat surat penyataan,guna mereka tidak lagi berkeliaran pada saat jam belajar.

“Operasi yang digelar oleh kami ini, sudah dilakukan sejak 18 Januari 2016 lalu. Tahun ini merupakan tahun penegakan disiplin yang diberlakukan oleh Walikota. Untuk itu, tugas kami di bidang SDA ini, adalah melakukan operasi bagi para siswa dan PNS yang berkeliaran saat jama belajar dan jam kerja,” katanya.

Baca Juga :   ADD Maktihan Dialokasikan untuk Dukung Revolusi Pertanian dan Pemberdayaan

Marcus mengaku, selama tahun 2016 oparasi yang digelar Satpol PP kepada PNS yang berkeliaran pada jam kerja, lebih banyak adalah para guru. Namun para guru tersebut adalah guru yang sudah selesai menjalankan tugas mengajar mereka.

“Sebelum kami melakukan razia, kami terlebih dahulu melakukan pengecekan bagi guru-guru,dan mereka lebih banyak adalah guru-guru yang sudah selesai mengajar,sehingga mereka bisa keluar untuk makan diluar ,” katanya.

Razia seperti ini, ungkap dia, akan terus dilakukan. Dengan begitu, tidak ada siswa atau PNS yang keluar dari lingkungan sekolah atau tempat kerja pada waktu masih jam kerja atau jam sekolah. (ify)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top