RAGAM

Bupati Malaka: Pengangkatan Teko Bukan untuk Balas Jasa Politik. Yang Salah akan Dibenahi

BETUN, Kilastimor.com-Gejolak terkait penerbitan SK Teko oleh Pemkab Malaka, mendapat tanggapan dari Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran.
menurutnya, pengangkatan Teko bukan untuk balas jasa politik bagi para pendukung paket SBS-DA, tetapi berdasarkan hasil kajian staf yang ditunjuk pemerintah. Kalau memang dalam keputusan itu ada beberapa yang salah akan dibenahi. Tidak ada sesuatu di bumi ini yang abadi. Harap dimaklumi karena ini periode transisi.
Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengatakan hal itu ketika dihubungi wartawan kilastimor melalui telepon selulernya, Sabtu ( 14/5).

Stefanus Bria Seran

Stefanus Bria Seran

Keputusan pemerintah paparnya, sudah maksimal sesuai kapasitas dan kondisi yang ada. Dalam menentukan teko tidak ada kaitannya dengan urusan politik apalagi bagi pendukung paket SBS-DA saat pilkada. “Hal itu sudah saya tegaskan kepada para staf yang melakukan kajian soal teko. Suatu keputusan pasti ada gejolak. Mereka yang terakomodir dalam teko pasti menganggap keputusan pemerintah benar. Sebaliknya bagi yang belum terakomodir menganggap keputusan pemerintah tidak benar,” sebutnya.

“Itu resiko dari sebuah pemerintahan transisi yang lagi melakukan penataan. Untuk tahun 2017 saya sudah siapkan protapnya. Tim pengkaji untuk teko sudah mulai bekerja pada awal September 2016, sehingga pada pertengahan Desember 2016 SK Teko sudah ditanda tangani dan sudah bisa mulai kerja 1 Januari 2017,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, mantan Kadis Kesehatan Provinsi NTT itu mengharapkan dukungan dari semua elemen masyarakat karena Bupati SBS dan Wabub DA mengabdikan diri untuk kepentingan masyarakat tanpa pandang bulu,” tegasnya. (boni)

Baca Juga :   RPM Cocok dengan Kondisi Masyarakat Malaka
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top