EKONOMI

Crossborder Atambua 2016 Ajang Promosi Pariwisata

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kabupaten Belu memiliki banyak potensi yang luar biasa. Selain letak geografis yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, juga memiliki potensi pariwisata yang patut dikembangkan. Kondisi itu, membuat Belu sangat potensial untuk dikembangkan kedepan. Festival crossborder yang digelar Kementerian Pariwisata RI bertujuan untuk mengembangkan potensi pawisata, agar bisa menarik dan menjadi destinasi wisatawan.
Hal itu disampaikan Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik, Vinsensius Jemadu dalam acara rapat koordinasi penyelenggaraan Festival Crossborder Atambua bersama Bupati Belu, pimpinan Forkompinda, SKPD serta lintas sektor terkait di Aula Graha Kirani, Selasa (24/05).

Bupati Belu, Willybrodus Lay ketika menyampaikan sambutan pembukaan Crossborder 2016 di Atambua.

Bupati Belu, Willybrodus Lay ketika menyampaikan sambutan pembukaan Crossborder 2016 di Atambua.

Belu bilangnya, menyimpan banyak potensi yang patut kita banggakan, karena mempunyai nilai besar yang membuat orang luar tertarik. Kegiatan ini tidak terbatas di tahun ini saja, tapi akan dilakukan secara reguler di tahun-tahun mendatang untuk terus promosikan potensi-potensi pariwisata yang ada di seluruh daerah NKRI termasuk Belu.

Menurut Vinsen, kegiatan festival crossborder yang digelar di Atambua dapat dijadikan sebagai salah satu kesempatan untuk memperkenalkan lebih jauh potensi pariwisata Indonesia. Patut diperhatikan letak geografis dan kedekatan latar belakang sejarah dan budaya antara Timor Leste dan Indonesia menjadikan peluang besar yang bisa dimanfaatkan untuk promosi pariwisata di pasar Timor Leste.

“Melalui kegiatan festival ini, Indonesia dapat mempromosikan kesenian dan destinasi pariwisata Indonesia secara lebih utuh dan variatif. Karena itu kita minta dukungan, bantuan serta partisipasi dari seluruh masyarakat perbatasan,” harap Vinsen.

Baca Juga :   SMPN Bakiruk Surplus Guru, Namun Minim Sarana Prasarana

Dijelaskan, festival crossborder akan dimeriahkan dengan pacuan kuda, motor cross, bazar serta konser di wilayah Belu, TTU dan Timor Leste sejak bulan Juni hingga puncak Desember. Tujuan digelarnya tersebut agar dapat meningkatkan penerimaan devisa negara dengan mendatangkan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Selain itu, para pelaku industri pariwisata Indonesia serta masyarakat sekitar destinasi akan mendapatkan manfaat langsung, karena kunjungan para peserta akan membantu menghidupkan industri pariwisata setempat dan bial mendapat kesan yang baik di destinasi itu, para peserta akan mempromosikan wonderfull Indonesia kepada komunitasnya.

“Salah satu cara promosi yang efektif untuk mencapai tujuan ini adalah dengan menyelenggarakan event secara rutin di daerah perbatasan, sekaligus untuk mendorong perekonomian daerah perbatasan seperti Atambua dan NTT pada umumnya,” tambah Vinsen.

Bupati Belu, Willy Lay dalam sambutannya sekaligus membuka acara itu mengatakan, festival crossborder 2016 merupakan kegiatan yang luar biasa, yang bisa memicu masyarakat untuk menumbuhkan semangat pariwisata di wilayah perbatasan Belu.

“Pemkab Belu mendukung event promosi pariwisata ini. Kita juga cita-citakan suatu ada event besar yakni border to border dan ini mimpi kita suatu saat nanti bisa dilakukan di NTT khususnya di perbatasan Belu,” harap Lay. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top