EKONOMI

Di PHK, 10 Karyawan Angkasa Pura Kupang Diadukan ke Disnakertrans Kota

KUPANG, Kilastimor.com-Sebanyak 10 karyawan PT. Angkasa Pura diberhentikan sepihak oleh perusahaan tersebut. Akibanya, perusahaan itu diadukan ke Disnakertrans Kota Kupang agar 10 karyawan itu mendapatkan hak mereka.

Jery Padji Kana

Jery Padji Kana

Para karyawan yang mengadu ke Disnakertrans Kota Kupang ini didamping tiga LSM yakni Bengkel Apek, Lembaga Rumah Perempuan Kupang, dan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia.

Elisabet Anapah salah satu karyawan yang di PHK menuturkan, pemberhentian sepihak terhadap 10 karyawan ini terdiri dari lima orang perempuan dan lima orang laki-laki sejak tanggal 30 April 2016, dengan alasan yang tidak jelas.

“Kami di PHK ini adalah karyawan cleaning service sehingga kami hari ini didampingi tiga LSM untuk mengadu nasib kami ke Disnakertrans. Kami bekerja tidak ada jam istirahat, tetapi kami di PHK secara sepihak tanpa ada surat peringatan,” kata Anapah usai pertemuan bersama para karyawan Angkasa Pura dan Dinas Nakertrans dihalaman depan kantor Disnakertrans , Selasa (24/5)

Anapah mengaku, dirinya sudah bekerja selam lima tahun, dan minimal di PHK harus ada surat peringatan yang diberikan sehingga bisa diketahui alasan. Untuk itu kehadiran 10 karyawan yang di PHK ini untuk menuntuk hak guna dibayar oleh perusahaan.

Terpisah Kepala Dinas Nakertrans Kota Kupang, Yery Padji Kana mengatakan, pihaknya akan menggali informasi lebih lanjut, guna hak karyawan harus dibayar oleh perusahan dimana mereka bekerja.

Baca Juga :   Kuasai Tanah Paroki Bolan, Yosef Ama Bere Seran Digugat Pastor dan Umat

“Mediasi telah dilakukan, diharapkan ada kesepakatan yang harus dipenuhi perusahaan. Minggu depan kita mulai menghitung hak dari para karyawan yang di PHK tersebut. Pembayaran pasangon untuk karyawan bervariasi. Pertemuan berikut kita sudah bisa keluarkan persetujuan bersama,” katanya.

Padji Kana menjelaskan, mereka outsourcing, sehingga jika pengangkatan para karyawan yang di PHK ini bekerja lebih dari tiga tahun, mereka harus bertanggungjawab untuk angkat jadi PTT. Namun sekarang mereka diberhentikan, sehingga persoalan ini harus segera diselesaikan oleh perusahaan. (ify)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top