RAGAM

Digusur Secara Tidak Adil, Nelayan Buton di Atapupu Mengadu ke DPRD Belu

ATAMBUA, Kilastimor.com-Belasan warga nelayan Buton dan Wacin yang tinggal menetap di jalur hijau Pelabuhan Atapupu, Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Timor Barat, NTT, mengadu ke DPRD Belu, Jumat (12/05/2016) siang.

Warga Buton mengadu ke DPRD Belu, Jumat siang tadi.

Warga Buton mengadu ke DPRD Belu, Jumat siang tadi.

Perwakilan nelayan diterima oleh Wakil Ketua serta Sekertaris dan Anggota Komisi I DPRD Belu. Dalam audiensi bersama Ibrahim Mustad selaku koordinator Nelayan Buton mengatakan, tujuan kedatangan mereka terkait persoalan nelayan Buton dan Wacin yang menetap di jalur hijau Pelabuhan Atapupu dari Tanjung Raikatar sampai Fatuluka akan dipindahkan.

“Kesepakatan dalam pertemuan 29 April lalu, masyarakat yang berdomisili di jalur hijau itu harus di kosongkan semunya, pada 14 Mei mendatang. Tapi ini hanya kami nelayan Buton dan Wacin saja yang mau dikeluarkan, sementara warga lain yang berada di tempat itu tidak,” ujar dia.

Dikatakan, seharusnya kebijakan yang diambil merata untuk semua masyarakat yang bermukim di jalur hijau Pelabuhan Atapupu, bukan sepihak saja yang dikeluarkan, sedangkan lainnya tetap menetap.

“Inikan tidak adil, kami juga warga negara Indonesia yang mempunyai hak untuk hidup. Tapi kok ini sepihak hanya kami nelayan Buton dan Wacin yang ditekan untuk keluar dari jalur itu,” ucap dia.

Mustad mengemukakan, saat ini jumlah para nelayan Buton yang menempati jalur hijau tersebut kurang lebih mencapai 50-an KK. Keberadaa para nelayan sejak tahun 1994 dan tahun 1999. “Anak-anak kami sedang sekolah dan sebentar akan ujian, dimana kami akan tinggal. Kami hanya minta keadilan, karena kami juga WNI yang punya hak untuk hidup,” pinta dia.

Baca Juga :   Bupati Malaka Minta Warga Taat Prokes dan Hindari Judi

Wakil Komisi I, Marthen Naibuti mengatakan, pihaknya akan bersurat ke Bupati untuk menghadirkan Camat, Kakuluk Mesak, Kades Jenilu dan Kepala Sabandar terkait surat peringatan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Desa Jenilu terkait pengosongan jalur hijau.

“Kita akan hadirkan untuk klarifikasi dalam pertemuan di hari Sabtu nanti. Kalau benar dikosongkan berikan keadilan yang merata untuk semuanya bukan sepihaknya saja,” tegas Naibuti.

Sekretaris komisi I, Donatus Lau meminta kepada pihak Pemerintah Desa dalam hal ini Kades Jenilu untuk segera mengeluarkan surat pembatalan pengosongan Nelayan Buton yang tinggal disepanjang jalur hijau Pelabuhan Atapupu sebelum 14 Mei mendatang. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top