RAGAM

DPRD Kota Kupang Beda Pendapat. Selly Tokan: Kontraktor Bermasalah Di-Black List. Baitanu: Tetap Diakomodir

KUPANG, Kilastimor.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, meminta Dinas PU Kota Kupang untuk tidak boleh lagi mengakumodir kontraktor yang selama dinilai tidak benar dalam pelaksanaan pekerjaan pada tahun 2015.
“Paling bagus kontraktor yang dalam pekerjaan tahun lalu tidak benar agar di black list, sehingga mereka tidak lagi bisa ikut dalam proses pelelangan proyek 2016 yanag akan dilakukan oleh Dinas PU,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Kupang, Selly Tokan Kamilus kepada wartawan di kantor DPRD, Selasa (3/4).

Selly Tokan Kamilus

Selly Tokan Kamilus

Menurutnya, kontraktor yang dimaksud tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah, guna pelaksanaan fisik dilapangan pada tahun 2016 tidak lagi mengalami keterlambatan, sehingga masyarakat yang dirugikan, serta pelaksanaan pembangunan juga tidak terhambat.

“Memang dalam pelelangan dilakukan melalui layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). Namun tentunya bagi kontraktor yang menang, perlu melakukan pembuktian lapangan guna mengetahui ketersediaan alat berat dan laln-lainya. Karena takutnya, ada kontraktor yang sudah lolos tetapi tidak punya perelatan, maka dalam pelaksanaan pekerjaannya juga akan mengalami persoalan,” jelasnya.

Kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD I Kota Kupang, Chritian Baitanu mengatakan, sebenarnya kontraktor yang dinilai pelaksanaan pekerjaannya pada tahun sebelum kurang bagus, tidak perlu dibalcklist tetapi mereka masih bisa diberikan kesempatan.

Karena menurut Baitnu, dalam pelelang ini tentunya ada mekanisme dan persyaratan dan seandainya mereka memenuhi kriteria dan lolos, maka perlu juga menjadi perhatian pemerintah. Tetapi mereka yang lolos tersebut diberikan pekerjaan dengan nilai anggaran yang kecil.

Baca Juga :   Tambah Armada Keliling, Pemkab Malaka Targetkan Warga Malaka Harus Miliki KTP Tahun 2016

“Kasiahn mereka juga butuh makan, sehingga mereka juga perlu diberikan kesempatan. Namun kesempatan yang diberikan harus dibarengi dengan tingkat pengawasan secara baik dari intansi teknis, sehingga pekerjaan yang dikerjakan tidak mengalami persoalan yang sama,” saranya.

Kepala Dinas PU Kota Kupang, Benny Sain mengatakan, tahun anggaran 2016 Pemerintah Kota Kupang memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk hotmix jalan sebesar Rp 131 miliar. Proyek tersebut siap ditenderkan dalam bulan ini. (ify)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top