RAGAM

Embung Fatubena Makan Korban: Arsen Ditemukan Meninggal Setelah Dicari Selama Empat Jam

BETUN, Kilastimor.com-Siswa Kelas II SMPN Laenmanen, Arsenius Yovitson Klau alias Arsen anak kandung Guru SDK Fatubena, Emanuel Klau ditemukan meninggal dunia didalam Embung Fatubena-Desa Uabau oleh warga, setelah dilakukan upaya pencarian selama empat jam.

Sejak Pukul 13.00 WITA, belasan penyelam di wilayah itu dikerahkan mencari korban dalam embung tetapi tidak berhasil ditemukan. Korban ditemukan pukul 17.00 WITA setelah ada ritual adat oleh tokoh adat setempat. Jenazah diusung warga ke rumah keluarga korban.
Hal itu disampaikan Kepala Desa Bisesmus, Wilibrodus K. Kun dari Fatubena-Desa Uabau-Kecamatan Laen Manen-Kabupaten Malaka, NTT, Minggu (29/5).

Ilustrasi Tenggelam

Ilustrasi Tenggelam

Menurut Kades Kun, kejadiannya berawal setalah misa II di Gereja Uabau, Arsen bersama kedua saudara Olim Nahak dan Brudem Parera, ketiganya memancing diembung Fatubena. Pada saat memancing ketiga bersaudara itu diseret pusaran air di embung itu. “Olim Nahak yang cukup mahir berenang berupaya menyelamatkan Brudem dan Arsen namun saat upaya penyelamatan tangan Arsen terlepas sehingga terseret pusaran air. Olim dan Brudem berusaha menolong Arsen namun tidak menemukan keberadaan Arsen.
Keduanya bergegas memberitahukan kejadian itu kepada warga lainnya di Uabau, dan warga berdatangan memberikan pertolongan dan melakukan pencarian didalam embung namun tidak juga menemukan keberadaan korban.

Kades Uabau, Emanuel Maan dalam kesempatan yang sama mengatakan kepada wartawan bahwa berbagai upaya sudah dilakukan untuk pencarian korban.

Baca Juga :   SN: Pensiunan Diminta Kembalikan Kendaraan Dinas

“Tadi ada belasan penyelam sejak jam 12.00 WITA melakukan pencarian didalam embung namun hasilnya belum ada. Kita siapkan empat motor air menyedot air dalam embung namun tidak juga berkurang airnya. Langkah terakhir, kita tetap meminta para penyelam tetap mencari korban sambil meminta tetua adat melakukan ritual di lokasi guna pencarian korban. Setelah ritual tidak lama kemudian, tepat pukul 17.00 WITA korban ditemukan penyelam tepat ditempat awal jatuhnya korban dalam embung itu. Korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dan segera dievakuasi warga ke rumah keluarga korban di Desa Uabau,” pungkasnya. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top