POLITIK

Honing: Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika Merupakan Eksistensi Warga Indonesia

LEWOLEBA, Kilastimor.com-Sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika yang sebelumnya dikenal dengan sosialisasi empat pilar hingga kini masih terus digalakkan. Kegiatan ini wajib diselenggarakan oleh setiap anggota MPR RI tak terkecuali Honing Sanny Anggota DPR/MPR RI Daerah Pemilihan NTT 1. Kali ini mengambil tempat di Kabupaten Lembata, tepatnya di Kecamatan Lewoleba tepatnya di Rumah Titen, Rabu (20/4).
Honing Sanny bersama beberapa staf hadir untuk mensosialisasikan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Anggota DPR/MPR RI, Honing Sanny sosialisasikan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Anggota DPR/MPR RI, Honing Sanny sosialisasikan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Kegiatan ini dilakukan oleh anggota dewan yang sering melakukan reses di daerah pemilihannya, karena ia beranggapan bahwa selain kegiatan ini penting juga merupakan tanggung jawabnya sebagai Anggota MPR RI. “Kegiatan sosialisasi ini bagi saya penting untuk terus dilakukan karena sebagai wakil rakyat saya bertanggung jawab untuk itu, dan juga sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap kosntituen,” jelas Honing.
Selain itu, baginya kegiatan ini pun merupakan kesempatan baginya untuk bertemu dengan masyarakat yang sudah mempercayakan dirinya sebagai wakil mereka. “Selain menjalankan tugas dan fungsi saya sebagai Anggota MPR RI, kegiatan ini penting karena dengan begini saya bisa bertemu dengan saudara-saudari semua yang sudah memilih saya 2014 silam,” lanjut Honing.

Sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika adalah sebuah kegiatan yang terus dilaksanakan karena di tengah perkembangan zaman, masyarakat Indonesia tidak lagi dihadapkan pada pembelajaran nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika untuk memperkuat eksistensi setiap warga yang bangga dan tetap teguh dalam pendirian sebagai bagian dari NKRI. “Dewasa ini banyak orang Indonesia berperilaku jauh dari nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Karenanya menjadi tanggung jawab kita semua untuk secara terus menerus mensosialisasikan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika agar sebagai bagian dari NKRI kita mampu mengaplikasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika,” harap Anggota DPR RI 2 periode ini.

Baca Juga :   Baksos, Satgas Yonif 641 R/BRU Tanam Ubi Ungu di Dafala, Belu

Kegiatan yang dihadiri ratusan orang ini sebagai cerminan bahwa masyarakat di daerah-daerah antusias dalam mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Anggota DPR/MPR RI. Di tengah acara sosialisasi ini, seorang tokoh politik muda Kabupaten Lembata menyampaikan bahwa, Honing Sanny adalah Anggota DPR RI yang sadar akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat yang harus mempertanggungjawabkan kepercayaan masyarakat yang diembannya. “Saya mengapresiasi Bang Honing, karena masih sadar akan jabatan yang diemban saat ini adalah bentuk dari kepercayaan masyarakat, dan kehadiran abang di tempat ini sebagai bukti bahwa abang masih sadar dan tidak berubah walaupun sudah menjadi Anggota DPR RI periode yang kedua,” ungkap seorang pemuda yang meminta namanya dirahasiakan ini.

Selain itu, ada juga pertanyaan-pertanyaan lainnya diluar dari konteks sosialisasi yakni berkaitan dengan stastu dipecatnya Honing Sanny dari keanggotaan PDI Perjuangan dan wacana soal kesediaan Honing Sanny maju dalam Pemilihan Gubernur 208 mendatang. Mengenai pemecatannya dari PDI Perjuangan, dengan singkat Anggota DPR RI tanpa Fraksi dan Komisi ini menyampaikan bahwa semua persoalannya dengan PDI Perjuangan saat ini sedang dalam proses hukum. “Untuk kasus pemecatan saya, saat ini sedang dalam proses hukum, dan saya mengajak kita semua untuk berdoa agar secepatnya terselesaikan sehingga saya dapat menjalankan tugas dan fungsi saya sebagai Anggota DPR RI/MPR RI dengan maksimal. Hal ini disampaikannya karena saat ini sebagai wakil rakyat, Honing Sanny merasa bahwa tidak maksimal dalam menjalankan peran dan fungsinya.

Baca Juga :   Immala dan Mahasiswa KKN Undana Gelar Baksos di SMPN Badarai. Kasek: Kita Beri Apresiasi

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung dari pukul 14.00 Wita ini pun ditutup dengan jamuan makan malam bersama pada pukul 19.30. Para undangan dan peserta yang hadir walaupun ada yang meninggalkan tempat kegiatan, namun tidak sedikit yang bertahan untuk berdiskusi dengan anggota dewan yang tidak berjarak dengan konstituennya ini. “Kami masih mau duduk dengan bapak dewan, yang bisa diajak ke kebun, bisa diajak duduk beralaskan tikar,” ungkap seorang peserta yang yang sangat mengidolai Honing Sanny. (fed)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top