HUKUM & KRIMINAL

IMMALA: Miliki Struktur Seperti Pemerintahan, Judi KP Harus Dibasmi dari Hulu ke Hilir

BETUN, Kilastimor.com-Aparat Kepolisian Resor Belu harus bekerja keras mengusut tuntas semua bentuk perjudian yang terjadi di wilayah kerja Polres Belu. Pasalnya, judi baik Bola Guling (BG) maupun Kupon Puth (KP) sangat meresahkan masyarakat. Kapolres Belu dan jajarannya, jangan hanya menertibkan judi BG, namun juga harus mengusut tuntas sindikat perjudian Kupon Putih (KP) yang saat ini sudah merajalela hingga ke desa-desa.
Polisi jangan segan menangkap bandar-bandar besar serta menindak oknum aparat lepolisian yang mem-back up semua bentuk perjudian di Belu dan Malaka.
Ketua Ikatan Mahasiswa Malaka (IMMALA) Kupang, Alfridus Pascalius Nahak menyampaikan hal itu ketika menghubungi media ini, Sabtu (7/5).

Alfridus Pascalius Nahak

Alfridus Pascalius Nahak

Dikatakan, Kapolres Belu hendaknya memberantas semua bentuk judi, dan menjadikan sentral perhatian yang harus ditangani. Semua bentuk perjudian melanggar hukum, sehingga harus diberantas dari wilayah Kapaten Belu dan Malaka. Polres Belu bisa bekerja sama dengan pemerintah kedua kabupaten dan semua tokoh agama, guna melakukan upaya pembinaan dan pemberantasan judi secara bersama-sama.

Khusus untuk KP, harusnya menjadi target nomor satu yang perlu diberantas, karena sudah menyebar diseluruh pelosok Belu-Malaka. Judi Kupon Putih itu pola kerjanya tersistim seperti pemerintahan. Ada pengurus di Kabupaten, Kecamatan, Desa bahkan sampai di dusun-dusun. Kalau Polisi mau berantas ya harus berantas sistemnya mulai dari hulu baru ke hilir. Tangkap bandar besarnya serta oknum-oknum aparat yang mem-back up kegiatan perjudian itu.

Baca Juga :   Pemimpin Harus Sebarkan Optimisme

“Kalau hanya tangkap pengecer kecil di desa-desa, maka tidak akan membawa efek jera dan tidak akan menjawab persoalan yang sesungguhnya. Polisi harus kejar dahulu bandar besarnya dan kalau tertangkap maka dengan sendirinya pengecer di desa-desa akan berhenti dengan sendirinya karena itu satu mata rantai,” katanya.

“Judi Kupon Putih belakangan sudah menjamur dan mengakar hingga desa-desa. Orang desa yang dulunya bekerja kebun, saat ini enggan bekerja siang hari, karena waktunya digunakan untuk mengisi KP. Tragisnya, ada juga yang harus tidur siang sehingga bisa mimpi sebagai dasar untuk mengisi angka Kupon Putih. Judi Kupon Putih bukan hanya diminati orang dewasa tetapi sudah merambah ke siswa-siswa sekolah, sehingga kalau dibiarkan maka akan meracuni generasi muda kita kedepan,” tuntasnya. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top