HUKUM & KRIMINAL

Ingat Kasus Penembakan Sopir Marzuki di Halikelen? Kapolda NTT Janji Ungkap

ATAMBUA, Kilastimor.com-Masih ingat dengan kasus penembankan sopir, Marzuki di Halikelen, Tasbar, Belu, tahun lalu? Kasus tersebut akan dilanjutkan penyelidikan oleh kepolisian, setelah beberapa waktu terakhir tidak ditindaklanjuti.
Kapolda Nusa Tenggara Timur, Brigjen Pol. Eustasius Widyo Sunarya berjanji akan gelar kasus penembakan yang menewaskan Marzuki (30) sopir truk ekspedisi Bhakti Citra Abadi (BCA) di Kilo Meter 14 Halikelen, jurusan Atambua-Kupang.

Kapolda NTT

Kapolda NTT

Kapolda NTT, Brigjen Pol. Eustasius Widyo Sunarya saat dikonfirmasi media disela-sela kegiatan pengresmian Pelabuhan Atapupu, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste, Minggu (08/05/06) malam mengatakan, pihaknya akan segera menghadirkan tim penyidik Reskrim Polres Belu, guna melakukan gelar perkara kasus penembakan oleh orang tak dikenal terhadap sopir kendaraan hingga meninggal dunia.

“Saya akan panggil penyidik Polres Belu untuk melakukan gelar perkara kasus penembakan ke Polda NTT. Sehingga kita bisa temukan benang merahnya dan menemukan siapa pelakunya,” ujar Widyo.

Bersamaan Kapolres Belu AKBP Dewa Putu Gede Artha menyampaikan, kalau kasus penembakan Halikelen yang menyebabkan tewasnya sopir kendaraan itu merupakan kasus tunggakan dari masa jabatan Kapolres Belu sebelumnya.

“Kasus penembakan Halikelen itu kasus tunggakan Kapolres Belu sebelumnya. Kita sedang kembangkan terus,” papar Artha.

Untuk diketahui kasus penembakan yang menyebabkan tewasnya Marzuki (30) sopir truk ekspedisi Bhakti Citra Abadi (BCA) terjadi pada Kamis (12/03/2015) lalu sekitarnya pukul 14.00 Wita. Korban yang mengendarai kendaraannya dengan nomor polisi DH 9999 AD baru kembali dari Dili, Timor Leste. Ketika melintasi jalur kilo meter 14, Halikelen, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Marzuki ditembak oleh orang tak dikenal dan meninggal dunia.

Baca Juga :   10 Warga Kobalima Timur Berhasil Dievakuasi dari Banjir Bandang Sungai Babulu. Ini Kronologisnya

Jumat (13/03), mantan Kapolres Belu AKBP Raja Sinambela langsung mengdatangkan tim forensik dari Polda untuk melakukan otopsi pada jenazah korban Marzuki. Proses otopsi berlangsung di ruang IPJ RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua.

Dari hasil otopsi tersebut tim forensik berhasil menemukan benda berupa proyektil yang bersarang di tubuh korban. Hasil otopsi langsung di kirim ke Lafor Mabes Polri untuk uji balistik guna mengungkap jenis proyektil tersebut. Hingga saat ini kasus penembakan yang menewaskan Marzuki masih misterius dan belum terungkap siapa pelaku penembakan. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top