HUKUM & KRIMINAL

Istri Bupati TTS Penuhi Panggilan Kejari Soe dan Diperiksa Selama Tiga Jam

SOE, Kilastimor.com-Istri Bupati TTS, Ny. Rambu Atanau Mella, Senin (2/5) pagi tadi, memenuhi panggilan Kejari Soe, untuk memberikan keterangan dalam kasus dugaan korupsi dana makan minum di Bagian Umum Setda TTS, setelah pada Kamis (28/4) lalu, berhalangan hadir.

Ny. Rambu Atanau-Mella diperiksa jaksa penyidik di Kejari Soe.

Ny. Rambu Atanau-Mella diperiksa jaksa penyidik di Kejari Soe.

Rambu Mella tiba dikantor Kejaksaan pukul 09.00 Wita dan langsung menuju ruang Kasie Intel Kejaksaan Negeri SoE. Dia diperiksa oleh Jaksa, Nelson Tahik,SH. Rambu Mella diperiksa selama 3 jam mulai pukul 09.00 wita hingga pukul 12.00.

Menurut Kejari SoE, Oscar Douglas Riwu,SH yang dihubungi melalui Kasie Intel Nelson Tahuk, SH mengatakan, Rambu Mella dicecar dengan 25 pertanyaan yang berkaitan dengan dana makan minum tahun anggaran 2013-2014 senilai 4 Miliar.
“Ada sekitar 25 pertanyaan seputar dana makan minum tahun 2013-2014 senilai 4 miliar,” jelas Nelson.

Rambu Mella usai pemeriksaan kepada media ini mengatakan, dia dipanggil untuk memberikan keterangan terkait dana makan minum di Bagian Umum. “Berkaitan dengan dana makan minum yang sekarang sedang ditangani kejaksaan. sebagai warga negara yang taat aturan kalau dipanggil ya kita datang. Sudah ya, saya mau ke lapangan dulu, karena ada kegiatan,” kata Rambu Mella sambil sambil memasuki mobil pribadinya.

Sementara itu, Kepala Biro Keuangan Provinsi NTT, Drs. Halilanang Elias usai pemeriksaan mengaku, kehadiran dirinya dikantor kejaksaan bukan untuk diperiksa, tetapi lebih pada koordinasi berkaitan dengan dana pelantikan yang semula Rp 57 juta kemudian berubah menjadi Rp 250 juta.

Baca Juga :   Demokrat Kota Akan Gelar Survei Pendamping Jefry Riwu Kore

“Saya dan Kabag Keuangan datang belum kasih keterangan, kita masih sebatas koordinasi, karena kami datang belum menyertakan dokumen atau data-data yang diperlukan penyidikan,” jelas Elias.

Menurut Halilanang Elias, setelah pihaknya sudah menyiapkan data dan dokumen yang diminta, barulah penyidik akan menyambangi kantor Biro Keuangan Provinsi NTT, untuk melihat dokumen atau data-data yang diperlukan sekaligus memberikan keterangan yang dibutuhkan penyidik.

“Nanti setelah kita sudah siapkan dokumen dan data-data yang dibutuhkan, penyidik akan ke Kupang untuk dan kita akan memberikan keterangan di Kupang,” tandas Elias sambil berlalu menuju ke mobilnya untuk kemudian pulang ke Kupang.

Sementara Agustinus Mone Sekretaris Dinas PKAD TTS sebelum diperiksa penyidik dalam kasus yang sama kepada wartawan dikantor Kejaksaan Negeri SoE Senin (2/5/2016) mengatakan, pihaknya berkeyakinan bahwa perubahan angka dari Rp 57 juta ke Rp 250 juta untuk dana konsumsi pelantikan Bupati dan Wakil Bupati TTS, terjadi pada pembahasan antara komisi dengan mitra SKPD bersangkutan. Karena pembahasan ditingkat TAPD untuk memasukan pada RAPBD disepakati Rp 57 juta.

“Angka Rp 57 juta itu adalah angka yang dibahas ditingkat TAPD dan juga di RAPBD masih Rp 57 juta. RAPBD sesuai alurnya dibawa ke DPRD untuk dibahas ditingkat komisi dan kemudian dilaporkan ke Badan Anggaran untuk dievaluasi ditingkat Provinsi NTT. Sehingga saya sangat yakin perubahan angka itu terjadi pada pembahasan ditingkat komisi bersama mitra.

Baca Juga :   Siapkan SDM Dibidang Kesehatan, Pemda Malaka Kuliahkan Sejumlah Dokter

Pada saat evaluasi ditingkat Provinsi lanjut Agustinus Mone, yang hadir adalah TPAD, anggota DPRD TTS dan Biro Keuangan Provinsi. Namun pembahasannya tidak secara rinci. Tapi yang dievaluasi berkaitan dengan pendapatan, belanja dan pembiayai dan kalau ada catatan tentunya dituang dalam Keputusan Gubernur yang dijadikan pedoman untuk dilakukan penyesuaian. (pap)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top