NASIONAL

LPTK Belum Baik, Ini Saran Jefri Riwu Kore

JAKARTA, Kilastimor.com-Guru dan dunia pendidikan di Indonesia bisa dibilang masih termarginalkan terutama di daerah-daerah terpencil. Secara kasat mata dapat disaksikan, bagaimana nasib dan taraf hidup sebagian besar para guru di Indonesia, sarana dan prasarana pendidikan yang masih belum memadai, terutama di pedesaan dan daerah terpencil, dan juga sebagian diperkotaan. Kondisi ini memperngaruhi dunia pendidikan di Indonesia dan menyebabkan keprihatinan tersendiri dari wakil rakyat di Senayan. Salah satunya yakni, Jefri Riwu Kore.

Jafri Riwu Kore

Jafri Riwu Kore

Jefri Riwu Kore, anggota Komisi X DPR RI saat dihubungi media ini terkait dengan realitas tanaga kependidikan di Indonesia pada Minggu (1/5) mengemukakan, sebenarnya telah ada lembaga yang bertugas untuk meningkatkan kualitas guru, sejak awalnya, yakni Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), namun LPTK yang dibentuk untuk meningkatkan kualitas pendidik pun belum baik, sehingga pendidikan guru pun di Indonesia tidak/belum disiapkan dengan serius, termasuk juga semua sarana dan prasarana penunjang yang diperlukan bagi peningkatan kualitas guru.

“Saat ini belum semua LPTK terstandar. Berdasarkan data Badan Akreditasi Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang dimiliki, sampai per Nopember 2015 dari 3.377 prodi kependidikan yang sudah terakreditasi, masih terdapat 1.605 prodi yang berakreditasi C, 119 prodi dalam proses akreditasi, dan 161 sudah kadaluarsa. ditambah lagi semua LPTK belum memiliki sekolah laboratorium dan sistem kemitraan (kerjasama dengan sekolah mitra),” jelas Calon Walikota Kupang Periode 2017-2022 ini.

Baca Juga :   Sekda TTS: Penataan Ruang Terbuka Hijau tidak Terintegrasi dengan Baik

Mahasiswa Teladan Seluruh Indonesia Tahun 1986 ini pun menyarankan pemerintah dalam hal ini Kemenristekdikti untuk segera memperbaiki tata kelola kelembagaan yang akuntabel dan sistem manajemen yang modern. Kemenristek dikti juga perlu menetapkan Standar Nasional Pendidikan Guru (SNPG) sebagai jabaran dari Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) termasuk memperbaiki sistem rekruitmen calon guru yang komprehensif baik seleksi bakat dan minat.

Jefri karib disapa Jeriko juga menjelaskan perlu ada penyusunan kurikulum dan sistem pembelajaran yang berwawasan masa depan agar kualitas guru nantinya tidak tertinggal jauh dari kualitas guru luar, termasuk juga penyiapan sarana prasarana sesuai tuntutan Undang-Undang tentang Guru dan Dosen.

Tambahnya, LPTK yang telah ada sekarang ini perlu ditingkatkan kualitas sumber daya manusia dosennya termasuk menyediakan sekolah laboratorium atau jalin kerjasama antara LPTK dengan sekolah mitra yang sudah terstandar. “Ini dapat dijadikan juga sebagai sistem penjaminan mutu khas dari LPTK di Indonesia,” imbuhnya.

Untuk realisasikan saran tersebut, Politisi Partai Demokrat ini telah komunikasi ke beberapa koleganya di Komisi X DPR RI untuk mendukung Kemenristekdikti sebagai penanggungjawab pendidikan tinggi untuk segera revitalisasi rekruitmen mulai dari menjaring input yang berkualitas sejak S1 maupun rekruitmen PPG. Kurikulum yang ada saat ini juga perlu direvitalisasi dalam dukungan finalisasi Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPG), termasuk di dalamnya terkait Pengembagan Sistem Penjaminan Mutu LPTK.

Baca Juga :   Kunjungan Warga untuk Memberi Selamat kepada SBS-DA Dibatasi Mulai Besok

Riwu Kore juga berjanji akan mendukung sepenuhnya Pemerintah dalam hal ini Kemenristekdikti jika ingin mengusulkan Peraturan Pemerintah Tentang Rekruitmen Guru sebagai turunan UU Guru dan Dosen. (fed)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top