EKONOMI

NTT Sangat Potensial Dibangun Industri Galangan Kapal

KUPANG, Kilastimor.com-Pengembangan Kawasan Industri di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terkendala soal pasokan listrik yang masih minim. Pasalnya, para investor yang ingin membangun industri di NTT selalu menanyakan soal listrik. Demikian dikatakan, Menteri Perindustrian (Memprin), Saleh Husin kepada wartawan Jumat (20/5) saat ingin melakukan kunjungan ke Pelabuhan Tenau Kupang.

Menurut Saleh, berkaitan hal tersebut, maka akan dibangun listrik dengan daya yang memadai di NTT. Pemerintah Pusat berencanakan akan membangun listrik dengan daya 35.000 MW. ”Pembangunan listrik ini pastinya di juga akan kebagian,” katanya.

Saleh Husin

Saleh Husin

Saleh mengaku, dengan kebagian listrik untuk NTT, maka pastinya investor akan datang untuk berinvestasi di NTT. “Ya kalau pasokan listrik di NTT sudah baik, pastinya industri juga akan mengikutinya,” ujarnya.
Saat ini, kata Saleh ada beberapa industri terkait bahan baku yang ingin berinvestasi di NTT, jika pasokan listriknya sudah tidak bermasalah. ”Kita lihat industri garam yang direncanakan akan dibangun di NTT, segala prosesnya harus cepat diselesaikan, seperti proses penyelesaian masalah lahan, sehingga rencana investor membangun industri garam di NTT dapat terwujud,” timpalnya

Saleh menambahkan, NTT sangat potensial untuk dibangunan industri galangan kapal. Untuk itu salah satu pengusahan galangan kapal di Surbaya yakni Amir Gunawan, datang ke NTT untuk bisa melihat potensi indutrri galangan kapal di NTT. Karena selama ini semua kapal rata-rata docking di Surabaya. Untuk itu, dengan adanya industri galangan kapal di Kupang diyakini dapat mensupport kegiatan block masela di Maluku.
“ NTT punya peluang bangun industri galangan kapal untuk mensupport industri migas, baik yang ada di Celah Timor atau Masela. Kebetulan fasilitas lebih lengkap dan strategis,” kata Saleh. (ify)

Baca Juga :   Pasar Tradisional Betun Ditata
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top