HUKUM & KRIMINAL

Polres Belu Gelar Perkara Dugaan Korupsi di SMKN Kobalima di Polda NTT. Penyidik Segera Kirim SPDP ke Kejari Atambua.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kasus dugaan korupsi Dana Pengembangan SMK Unggul pada SMKN Raihenek, Kobalima, Kabupaten Malaka, telah digelar di Polda NTT.
Kapolres Belu, AKBP Dewa Putu Gede Artha menyampaikan hal itu saat dihubungi media, Senin (16/05/2016).

Kapolres Belu

Kapolres Belu

“Gelar perkara kasusnya sudah dilakukan di Polda. Sebab sesuai prosedur kasus korupsi harus di Polda, apalagi tersangka mantan Kasek SMKN Kobalima, Baltasar Manek (BM) saat ini merupakan pejabat publik,” ujar dia.

Dikatakan, hasil gelar perkara tersebut sudah ditingkatkan ke penyidikan dan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) akan segera dikirim ke pihak Kejaksaan Negeri Atambua.

Diutarakan, pihaknya akan melakukan sesuai prosedur kapan akan dimintai keterangan dari tersangka. Sebab sesuai dengan peraturan MK, harus meminta izin karena posisi tersangka sebagai seorang pejabat publik.

“Nanti akan mengalir sesuai tahap-tahap yang ada dan pada intinya kita ikuti prosedur yang berlaku,” ucap Artha.

Diberitakan sebelumnya, sesuai hasil audit pihak BPKP NTT, terhadap kasus dugaan korupsi proyek dana pengembangan SMK unggul pada SMKN Raihenek, Kobalima, ditemukan kerugian keuangan negara sebesar Rp 405 108 381 dari pagu dana APBN sebesar Rp 4. 957.000.000.

Dana proyek pengembangan SMK unggul pada SMKN Raihenek, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Perbatasan RI-RDTL tahun 2012 itu, bersumber dari dana Kementerian Pendidikan Nasional, Direktorat Pembinaan SMK. Dana tersebut dipergunakan untuk membiayai kegiatan fisik dan non fisik pada SMKN Raihenek seperti pengadaan peralatan laboratorium dan jasa konstruksi. (yan)

Baca Juga :   Davide Santo Bakal Pindah ke AS Roma
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top