EKONOMI

Puldata, Kejari Atambua Sita 65 Item Dokumen di DKP Belu

ATAMBUA, Kilastimor.com-Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Atambua menggeledah Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Belu, NTT.

Penyidik Kejari Atambua ketika menggeledah kantor DKP Belu.

Penyidik Kejari Atambua ketika menggeledah kantor DKP Belu.

Pantau media ini, Selasa (17/05/2016) sekitar pukul 11.30 Wita, tim penyidik Jaksa diketuai Kasi Pidsus Dany A.M Salmun, Kasi Intel Charles Hutabarat serta dua anggota penyidik
langsung mengunci ruang Sekretariat dan ruang Bina Usaha (Binsus) dilanjutkan dengan pemeriksaan.

Penggeledahan tersebut berlangsung sekitar 8,5 jam. Berakhir pukul 20.00 Wita, tim penyidik Jaksa selesai melakukan pemeriksaan dan menyita sejumlah berkas dokumen, dan selanjutnya dibawa ke Kantor Kejari Atambua.

Kajari Atambua, Rivo C.H.M Medellu yang dikonfirmasi media mengatakan, pihaknya baru sementara mengumpulkan bukti-bukti dokumen dan belum ada apa-apa. “Yang pasti kita belum menetapkan tersangkanya, kita masih sementara pelajari dulu,” ujar dia.

Dikatakan, penyitaan berkas-berkas dokumen itu terkait dengan proyek cold storage tahun 2015. Anggaran proyek tersebut Rp 1 miliar lebih. Pihaknya masih mendalaminya, belum ditemukan ada kerugian karena masih sementara proses.

“Berkas-berkas yang disita dokumen tertulis, kontraknya terkait dengan proyek itu. Kita masih teliti dengan kumpulkan bukti-buktinya. Nanti dari situ baru kita simpulkan. Selesai ini kita akan lakukan pemeriksaan saksi-saksi,” jelas Medellu.

Kasi Pidsus Dany A.M Salmun selaku Ketua tim penyidikan tambahkan, berkas yang disita ada 65 item diantaranya, dokumen-dokumen dan satu unit laptop milik inventaris kantor yang mana ada tersimpan beberapa file dugaan tindak pidana korupsi. “Ada 65 item dokumen ditambah satu laptop milik kantor yang mana ada file-filenya makanya kita sita. Kita juga sudah menyegel cold storage di TPI Atapupu,” ucap Dany.

Baca Juga :   Warga Manumutin Tito Babo Ditemukan Ditemukan Tewas di Rumah Nada

Sebelumnya Kadis Kelautan dan Perikanan Belu, Stefanus Supardji yang dihubungi media mengatakan, dirinya menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum, sehingga bisa ada kejelasan siapa yang dirugikan dan siapa yang tidak dirugikan. “Pemeriksaan terkait dengan proyek pembangunan cold storage di Atapupu dan kita serahkan kepada proses hukumnya,” ujar dia. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top