RAGAM

Tergerus Globalisasi, Revitalisasi Empat Pilar Negara Perlu Dilakukan

KUPANG, Kilastimor.com-Revitalisasi nilai-nilai empat pilar kebangsaan perlu dilakukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.
Jefri Riwu Kore anggota MPR/DPR RI dalam acara seminar empat pilar kebangsaan di Aula Hotel Maya Kupang (20/4/2016) yang dihadiri seluruh stakeholders mengatakan, kegiatan sosialisasi dilakukan dirinya sebagai anggota MPR RI. Tema besar dalam kegiatan tersebut adalah esensi empat pilar negara yang berdasarkan atas hukum, lambat laut makin ditinggalkan anak bangsa, karena pengaruh arus globalisasi yang tidak mampu dipahami secara baik.
Positifnya globalisasi berubah menjadi dampak negatif karena degradasi cara pandang dan perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang berlaku.

Jefri Riwu kore

Jefri Riwu kore

Dikatakan, ketidaksinkron antara cara pandang bangsa berdasar empat pilar negara, yakni Pancasila, UUD’45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI dengan pengaruh arus globalisasi akhirnya memberi dampak negatif. Di sisi lain, problema primordialisme, SARA, ketidakadilan, korupsi dan kesenjangan sosial makin mengkomplekskan dinamika dari pengaruh negatif arus globalisasi.

Ia menuturkan upaya untuk menjawab tantangan negatif globalisasi dengan merevitalisasi kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, agar degradasi negatif tersebut dapat dikendalikan. Solusinya dengan menghidupkan atau menggiatkan kembali nilai-nilai empat pilar negara. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan. Pertama, dengan peningkatan perhatian masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila. Kedua, Penyamaan interpretasi pemahaman Nilai-Nilai Empat Pilar Negara. Ketiga, Penataan Kelembagaan Formal Terstruktur Sebagai Pengawas dan Pengembangan Nilai-Nilai Empat Pilar Negara.

Baca Juga :   Anggota Yonif 743/PSY Pos Mahein Kegiatan Bantu Ekstra Kurikuler di SD Baudaok

Jeriko sapaan akrabnya mengemukakan, pendidikan merupakan cara yang ampuh untuk menanamkan nilai-nilai empat pilar negara yang kini terindikasi sudah mulai dilupakan. Apalagi di era globalisasi sekarang ini, visi sebagai pandangan bangsa indonesia sudah mulai terkikis. Oleh sebab itu, untuk membangkitkan semangat nilai-nilai yang ada diperlukan pengaplikasian sejak dini. Untuk itu, pendidikan karakter yang akan diaplikasikan pemerintah sangat diperlukan agar nilai-nilai tidak hanya jadi sekedar omongan tapi juga diaplikasikan, ungkap Jefri mantan Mahasiswa Teladan seluruh Indonesia. (ify)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top