EKONOMI

89 Tenaga Kerja AKAD Asal Belu Dipulangkan dari Kalimantan Tengah

ATAMBUA, Kilastimor.com-Sebanyak 89 Tenaga Kerja Antar Daerah (AKAD) asal Kabupaten Belu, Timor Barat, Indonesia dan Timor Leste dipulangkan dari Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Bupati Belu, Willy Lay ketika menerima para AKAD yang dikembalikan ke Belu.

Bupati Belu, Willy Lay ketika menerima para AKAD yang dikembalikan ke Belu.

Puluhan tenaga kerja yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak ini tiba di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr Gabriel Manek, SVD Atambua, Rabu (1/5/2016) sekitar pukul 18.20 Wita menggunakan empat unit kendaraan bus dari Kupang.

Puluhan tenaga kerja langsung diterima oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay didampingi Wakil Bupati Ose Luan, Wakil Ketua DPRD, Bene Halle serta Kadinsosnakertrans Kabupaten Belu di ruang lobi Rumah Sakit.

Dalam arahan, Bupati Belu Willy Lay mengatakan, di Belu masih banyak lapangan kerja yang bisa digunakan. Sehingga warga bisa kerja dan tidak lagi meninggalkan keluarga untuk mencari kerja ke daerah luar.

“Kedepan kita akan buat balai latihan kerja untuk bercocok tanam yang baik, cara mengairi dan pemupukan yang baik dan ini yang ingin diajarkan supaya warga tidak perlu lagi kerja di daerah luar, dan kita akan berikan penyuluhan,” ujar Lay.

Bupati Lay menghimbaukan kepada para tenaga kerja yang telah kembali ke Belu, agar jangan mudah terpengaruh atau terhasut dengan bujuk rayu dari teman-teman lain yang sudah duluan sukses bekerja di tempat kerja.

Baca Juga :   Kopda Nong Naen Kembali Berhasil Kumpulkan Senpi dari Tangan Masyarakat

“Puji Tuhan kalian semua tiba kembali di rumah dengan selamat. Terima kasih untuk Pak Gubernur yang telah memfasilitasi warga Belu pulang dari Palangkaraya,” ucap dia.

Kadinsosnakertrans Kabupaten Belu, Arnold Bria Seo menuturkan, pemulangan para tenaga kerja dari Kalimantan Tengah ke Belu difasilitasi Pemprov NTT. Sebelumnya bekerja di lahan kelapa sawit milik PT Agro Lestari Plenteisen, tapi telah dihentikan oleh pihak perusahaan.

“Jumlah tenaga kerja 89 orang terdiri dari 32 anak-anak. Yang berangkat resmi lewat Dinas hanya 16 orang, sementara lainnya mandiri,” terang Seo.

Kristina Kolo bersama beberapa tenaga kerja lainnya menuturkan, kepulangan mereka ke Belu dikarenakan pihak perusahaan telah menghentikan kontrak kerja. “Saya dan suami sudah empat tahun kerja di lahan kelapa sawit. Kami sudah pulang dan kami harap Pemda Belu bisa buka lapangan kerja untuk kami,” ujar dia. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top