EKONOMI

Bria Seran Tepis Keraguan Soal Revolusi Pertanian di Malaka

ATAMBUA, Kilastimor.com-Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran menepis keraguan soal pelaksanaan program Revolusi Pertanian di Kabupaten Malaka. Revolusi pertanian adalah sebuah upaya yang sungguh-sungguh dengan cara luar biasa dalam waktu sesingkat-singkatnya, agar rakyat Malaka kelimpahan makanan. Metode operasionalnya harus diimplementasikan dalam RPJMD Kabupaten Malaka dalam tiga tugas utama yakni, penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Stefanus Bria Seran

Stefanus Bria Seran

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran dalam rapat Senat Terbuka Wisuda 58 Sarjana STISIP Fajar Timur di Atambua, Selasa (28/6) mengatakan, Program Prioritas yang dilaksanakan di Kabupaten Malaka salah satunya adalah revolusi pertanian. Itu, salah satu tindakan yang akan dilakuan selama lima tahun oleh bupati dan wabub Malaka sebagai bentuk pertanggungjawaban saat kampanye paket SBS-DA dalam pilkada Malaka lalu.

“Banyak yang belum paham soal revolusi pertanian. Tetapi bagi yang jeli dan menggunakan mata yang tajam pasti akan melihat seperti emas yang berada didalam tumpukan lumpur. Revolusi pertanian adalah sebuah upaya yang sungguh-sungguh dengan cara luar biasa dan dalam waktu sesingkat-singkatnya agar rakyat Malaka kelimpahan makanan,” bilangnya.

“Kita harus lakukan revolusi pertanian karena hampir 80 persen rakyat Malaka hidup dari pertanian. Tanah Malaka adalah tanah ciptaan Tuhan yang paling subur di Pulau Timor. “Untuk itu Sesuai Visi misi Bupati dan Wakil Bupati Malaka kita tuangkan dalam RPJMD Kabupaten Malaka untuk dipedomani dan dilaksanakan guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat Malaka,” tukasnya.

Baca Juga :   69 Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Ditangani Polda NTT

Dalam Pelayanan terangnya, masyarakat harus jadi subyek dan obyek yang saling membutuhkan. Pihaknya menggandengkan dengan model sosial untuk menerapkan revolusi pertanian. Rakyat memiliki pengalaman, kemampuan dan sudah diakukan secara turun temurun. Pemerintah tinggal poles supaya rakyat hidup. Tanam sesuai kalender musim, pemupukan dan perawatan yang baik, guna memberikan hasil yang optimal bagi rakyat. Inilah yang akan dilakukan.

“Untuk pelaksanaan revolusi pertanian kita tidak berjalan sendiri. Silahkan ambil peran sesuai keahlian dan kemampuan kita masing-masing. Silahkan para ilmuan memberikan ilmunya, praktisi silahkan memberikan kontribusinya. Pemkab Malaka meminta bantuan kepada Perguran Tinggi Undana untuk mendesain kegiatan revolusi pertanian di Malaka. Kalau masih ada stake holder yang meragukan kegiatan revolusi pertanian maka kita akan undang para pakar untuk diskusikan bersama,“ pintanya.

Banyak yang mengatakan bahwa itu mimpi. Tapi memang kita harus bermimpi supaya bisa dibuktikan. Itu gagasan yang berpihak pada rakyat, maka mari beri sumbangan dan kontribusi pemikiran, agar bermanfaat bagi rakya. Tidak ada kegagalan dimuka bumi ini. Kita harus belajar dari Apolo. Bagi kepada pesimistis jawabannya pada Apolo . Kalau kegagalan itu adalah ongkos belajar, tetapi akhirnya Apolo XII berhasil. semua harus belajar dari hal yang benar untuk ditiru. Perlu juga belajar dari kesalahan untuk dihindarkan.

“Prinsip revolusi pertanian yang kita galakkan, tidak boleh ada tanah-tanah milik masyarakat yang tidak diolah karena pemiliknya tidak mampu mengolah. Prinsip APBD kita, uang rakyat harus dikembalikan untuk rakyat guna mensejahterakan rakyat. Pemimpin harus punya perhatian dan kepekaan terhadap persoalan yang dialami rakyatnya,” pungkasnya. (boni)

Baca Juga :   Tangani Pengaduan dari Belu, Malaka, TTU dan TTS, BPJS Cabang Atambua Buka Posko
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top