RAGAM

Disdukcapil Belu Tunggu Petunjuk Soal Penerbitan KIA dari Pempus

ATAMBUA, Kilastimor.com-Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Belu, hingga saat sampai masih menunggu petunjuk dari Pemerintah Pusat terkait denga penerbitan Kartu Indentitas Anak (KIA).

Wilibrodus Leto

Wilibrodus Leto

“Untuk saat ini di Belu belum ada penerbitan KIA, kita akan menyesuaikan dengan petunjuk lebih lanjut dari pusat,” ungkap Kadisdukcapil Belu, Wilibrodus Leto yang dihubungi media, Rabu (8/6) siang tadi.

Menurut Leto, penerbitan kartu identitas anak semacam kartu tanda penduduk khusus di wilayah NTT baru samplenya di Kabupaten Alor. “Kita menunggu instruski dari pusat, kalau sudah siapkan blanco kia baru kita laksnakan itu,” ujar dia.

Kendati demikian, pihaknya Disdukcapil Belu telah melaksanakan sosialisasi KIA sejak tanggal 30 April lalui yang bertempat di aula Kantor Kecamatan Kota Atambu dengan melibatkan 12 Camat, Kepala Kelurahan dan Kepala Desa se-Kabupaten Belu.

“Sehingga informasi tersebut bisa tuntas sampai ke masyarakat melalui pimpinan wilayah masing-masing, dan ada yang sudah respon,” ujar dia.

Jelas Leto, maksud dan tujuan penerbitan KIA yang pertama sedang menggema kasus kekerasan terhadap anak, beranjak dari kasus itu kasus dagang mempekrjakan anak dibawah umur. Selain itu untuk kepentingan masa depan dan nasib anak-anak Indonesia yang menjadi perhatian Negara Indonesia apapupn kondisi atau keadaan anak itu tetap diakui sebagai warga negara.

“KIA ini untuk keabsahan setiap anak Indonesia sejak usia 0 sampai 17 tahun dan ini wajib memilikinya, karena ini tentang data anak sehingga tidak rombak kedepannya,” ucap dia.

Baca Juga :   LPSK Bicara Terorisme pada ASEAN Regional Forum

Tambah Leto, saat ini pihaknya juga gencar mensosialisasikan rekrutmen data akta lahir di 12 kecamatan, untuk menyukseskan program nawacita Jokowi bahwa 31 Desember seluruh Kabupaten/Kota harus mencapai 77 persen akta lahir.

Dituturkan, untuk di wilayah Belu saat ini kita baru capai 41 persen dan masih sisa 36 persen. Sementara kita genjot melalui kegiatan sosialisasi melalui dana APBN yang akan dilakukan di 12 kecamatan secara bertahap.

“Kita sudah sosialisasi di 6 Kecamatan, kemarin sosialisasi di Kecamatan Lamaknen Selatan, Lasiolat, Raimanuk. Hari ini di Kecamatan, Tasbar, Kakuluk Mesak dan Tastim,” urai Leto. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top